(rou/rou)
Kapasitas Palapa Ring Indonesia Timur 20 Gbps
- detikInet
Jakarta -
Secara teknis, jaringan serat optik Palapa Ring yang akan dibangun di kawasan Indonesia bagian timur (IBT) bisa menghantarkan komunikasi data dengan kapasitas sekitar 20 gigabit per detik (Gbps).Pembangunan tulang punggung (backbone) jaringan sepanjang 10.000 kilometer itu rencananya akan melintasi wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Papua, sampai Sulawesi.Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan total investasi yang diperlukan untuk membangun infrastruktur di sepanjang IBT yakni Rp 3 triliun."Investasi ini akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (24/5/2007).Hasil dari pembangunan serat optik itu di kawasan IBT ini, diperkirakan sudah bisa dinikmati warga di seluruh kota/kabupaten mulai lima tahun mendatang, 2013.Nantinya, kata Gatot, warga di sekitar kawasan IBT bakal mendapat ketersedian layanan telekomunikasi, mulai dari layanan suara hingga akses komunikasi data pita lebar (broadband). Ia berpendapat, ketersediaan infrastruktur itu juga akan membuat tarif layanan telekomunikasi makin terjangkau. Selain itu, adanya infrastruktur penunjang ini juga memungkinkan untuk diterapkannya aplikasi seperti pembelajaran jarak jauh (distance learning), telemedicine, e-government dan aplikasi lainnya. "Dan yang paling penting adalah akan berdampak untuk percepatan pengembangan potensi ekonomi wilayah," tukas Gatot.Kawasan IBT dinilai perlu diprioritaskan ketimbang wilayah di bagian barat, karena areanya belum terjangkau jaringan serat optik dan transmisi untuk menjangkaunya masih menggunakan satelit sehingga kapasitasnya terbatas. Kondisi kontur geografis IBT, yang merupakan kepulauan-kepulauan kecil dan tersebar secara dominan serta tingkat kebutuhan yang dinilai masih rendah, menyebabkan daerah ini kurang dilirik untuk pembangunan infrastruktur dengan anggaran raksasa.Hingga kini, menurut Gatot, proyek pembangunan Palapa Ring di kawasan IBT telah diminati puluhan perusahaan. Tiga perusahaan yang mayoritas asing menyatakan sanggup untuk mengerjakan sendiri mega proyek tersebut secara keseluruhan. Sementara, tujuh perusahaan yang mayoritas merupakan perusahaan telekomunikasi eksisting, malah berniat membentuk konsorsium dalam pengerjaannya.Dari tujuh perusahaan itu, masing-masing yang menawarkan persentase keikutsertaan sebesar 10%, yakni, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Indosat Tbk, PT Macca System Infocom dan PT Powertek Utama Internusa (representasi Linbrooke Worldwide Ltd). Sedangkan PT Mobile-8 Telecom Tbk yang ikut nimbrung dengan PT Infokom Elektrindo, ingin ikut andil sebesar 5%. Sementara sisanya bakal dikuasai oleh Telkom Group.
(rou/rou)
(rou/rou)