(wsh/wsh)
Telkom dan Indosat Didesak Ganti Perangkat FWA
- detikInet
Jakarta -
Telkom dan Indosat kembali didesak untuk mengganti perangkat telepon tetap nirkabel (FWA/Fixed Wireless Access) milik pelanggannya. Hal ini terkait migrasi frekuensi dari 1900 MHz ke 800 MHz. Desakan itu datang dari berbagai pihak, termasuk Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG) dan anggota DPR. IdTUG beranggapan, kedua operator itu sebenarnya bisa memindai (scanning) jaringannya untuk mengetahui ada berapa perangkat pelanggan yang berpotensi tidak bisa digunakan pasca migrasi ke 800 MHz. "Artinya operator tidak punya alasan untuk tidak mengganti handset pelanggan," Sekjen IdTUG M. Jumadi mengatakan pada detikINET, Selasa (22/5/2007). "Keduanya harus melakukan penggantian, karena (migrasi itu-red) bukan kesalahan pengguna. Mana pelanggan tahu handset-nya single band atau tidak?" Jumadi menambahkan. Jumadi menyarankan penggantian mulai dilakukan saat ini agar pada saat migrasi selesai seluruh perangkat sudah diganti. Rencananya, proses migrasi Telkom Flexi dan StarOne akan selesai di akhir 2007. "Tidak perlu seharga handset yang saat ini dimiliki pelanggan. Yang penting bisa digunakan untuk berkomunikasi," tukas Jumadi. Pada kesempatan yang berbeda, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Deddy Djalamaluddin Malik mendukung penggantian handset tersebut. Penggantian tersebut, ujar Wakil Ketua Sub-Komisi Infokom Komisi I DPR tersebut, dianggap memberi manfaat pada pelanggan dan juga menguntungkan operator yang bersangkutan. "Siapa yang akan menggunakan layanan itu kalau pelanggannya tidak ada?" Deddy menambahkan di sela-sela rapat kerja DPR beberapa waktu yang lalu. Selain mengganti perangkat pelanggan yang single band, Deddy berharap operator FWA segera melaksanakan proses migrasi yang telah ditentukan. Layanan FWA Telkom Flexi dan Indosat StarOne harus pindah dari 1900 MHz ke 800 MHz sebagai akibat penataan spektrum frekuensi telekomunikasi untuk layanan seluler generasi ketiga (3G). Proses migrasi direncanakan akan selesai akhir 2007 setelah tercapainya kesepakatan business to business alokasi kanal di 800 MHz.Migrasi akan berpengaruh pada pelanggan di area Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat. Telkom Flexi memiliki kurang lebih 1,11 juta pelanggan di Jabodetabek dan sekitar 300.000 pelanggan di Jawa Barat dan Banten. Sedangkan StarOne diperkirakan memiliki sekitar 100 ribu pelanggan di Jabodetabek dari total 300-400 ribu pelanggan StarOne di Indonesia.
(wsh/wsh)
(wsh/wsh)