Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kedatangan El Nino Bisa Merenggut Nyawa? Ini Kata Profesor BRIN

Kedatangan El Nino Bisa Merenggut Nyawa? Ini Kata Profesor BRIN


Aisyah Kamaliah - detikInet

Ilustrasi El Nino dan Musim Kemarau
Ilustrasi El Nino. Foto: jcomp/Freepik
Jakarta -

Pakar Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Profesor Thomas Djamaluddin memperingatkan untuk menelaah informasi yang diterima dengan lebih bijak. Kali ini, terkait narasi yang menyebut bahwa kedatangan El Nino yang dapat merenggut nyawa.

"Ya, El Nino diprakirakan terjadi mulai pertengahan 2025. Tetapi El Nino tidak membahayakan secara langsung kepada kehidupan, manusia atau hewan," terangnya di media sosial Instagram dengan akun @t_djamal.

Menurut Djamal, El Nino menyebabkan kemarau yang lebih panjang dan lebih kering. Oleh karena itu, yang perlu diwaspadai adalah potensi kebakaran hutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Adapun kemaraunya secara umum akan sama dengan kemarau seperti biasa, terik dan tidak ada hujan. "Tetapi El Nino tidak bikin orang sakit, apalagi kematian," tegasnya.

Tahun 2026 diprediksi berpotensi mengalami 'Super' El Nino. Berdasarkan kumpulan data suhu dari lima kelompok riset berbeda, situs analisis lingkungan Carbon Brief memperkirakan tahun 2026 hampir bisa dipastikan menjadi salah satu dari empat tahun terpanas yang pernah tercatat. Bahkan kemungkinan besar yang terpanas kedua.

Suhu global diperkirakan meningkat sepanjang tahun, terutama karena potensi kedatangan 'super' El Nino. Fenomena pemanasan di Pasifik tropis ini memengaruhi pola cuaca global dan dapat memicu kekeringan, banjir, serta gelombang panas laut.

Carbon Brief menyatakan model iklim terbaru memberikan estimasi median pemanasan 2,2Β°C pada September 2026, skenario yang akan menempatkan dunia di wilayah 'super' El Nino.




(ask/ask)







Hide Ads