Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Elon Musk Bersaksi di Persidangan, Sebut Sam Altman Pencuri

Elon Musk Bersaksi di Persidangan, Sebut Sam Altman Pencuri


Virgina Maulita Putri - detikInet

Elon Musk dan Sam Altman.
Foto: AP/Reuters
Jakarta -

Gugatan Elon Musk terhadap CEO OpenAI Sam Altman sudah memasuki tahap persidangan. Musk menjadi salah satu orang yang memberikan kesaksian di sidang hari pertama, dan ia menyebut Altman sebagai pencuri.

Musk membuka kesaksiannya dengan menceritakan masa lalunya, mulai dari ketika ia pindah ke Kanada untuk kuliah sampai mendirikan perusahaan seperti Zip2, PayPal, hingga SpaceX.

Pria asal Afrika Selatan itu mengatakan saat kuliah ia sempat khawatir kecerdasan buatan (AI) akan menjadi pedang bermata dua yang dapat menyembuhkan semua penyakit dan membuat semua orang makmur, atau dapat membunuh seluruh manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inti dari gugatan ini adalah Musk menuduh OpenAI melanggar misi utamanya untuk mengembangkan kecerdasan buatan umum (AGI) yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia. OpenAI juga dituduh berpotensi melakukan penipuan, pengayaan diri yang tidak adil, dan pelanggaran amanah.

Musk meminta pengadilan untuk mencabut Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman dari jabatannya dan keuntungan finansial yang mereka peroleh dari upaya mengubah struktur perusahaan menjadi for-profit. Dalam kesaksiannya, Musk menyebut Altman sebagai pencuri.

ADVERTISEMENT

"Sederhananya: mencuri organisasi amal itu tidak benar. Itulah pandangan saya dan terlebih lagi jika para tergugat dinyatakan tidak bersalah, kasus ini akan menjadi preseden hukum," kata Musk, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (29/4/2026).

"Ini akan menjadi preseden dan memberikan preseden bagi penjarahan setiap badan amal di Amerika. Jika putusan yang keluar menyatakan bahwa menjarah badan amal itu benar, seluruh fondasi pemberian amal di Amerika akan hancur," sambungnya.

Persidangan ini masih akan berlanjut ke babak berikutnya, dan akan menghadirkan kesaksian dari sejumlah dedengkot industri AI termasuk CEO Microsoft Satya Nadella, CTO Microsoft Kevin Scott, dan mantan CTO OpenAI Mira Murati.




(vmp/vmp)







Hide Ads