Gabung Konsorsium AAG
Bandwidth Telkom Digenjot ke 70 Gbps
- detikInet
Jakarta -
PT Telkom memutuskan untuk bergabung dalam Konsorsium Asia-America Gateway (AAG). Meski harus merogoh kocek US$ 40 juta untuk keanggotaannya, langkah strategis itu tetap diambil demi menggenjot kuota bandwidth internasional hingga 70 gigabit per detik (Gbps).VP Public and Marketing Communication PT Telkom, Eddy Kurnia menjelaskan, langkah strategis ini diambil Telkom demi mengatasi masalah keterbatasan bandwidth internasional di Indonesia. Menurutnya, secara langsung atau tidak, keterbatasan akses tersebut turut mempengaruhi daya saing Indonesia dalam percaturan ekonomi dunia."Kami harap masuknya Telkom dalam keanggotaan Konsorsium AAG benar-benar akan mampu membawa Indonesia terbebas dari masalah mendasar keterbatasan bandwidth," melalui keterangan tertulis yang disampaikannya dari Kuala Lumpur dan diterima detikINET, Sabtu (28/4/2007).AAG merupakan sebuah konsorsium kabel laut yang beranggotakan 19 perusahaan dari 17 negara di Asia-Pasifik dan AS. PT Telkom Tbk dan PT Indosat Tbk merupakan wakil dari Indonesia yang tergabung di antara raksasa telekomunikasi dunia lainnya, seperti AT&T Corp (AS), Bharti Airtel Ltd (India), StarHub Ltd (Singapura), Telekom Malaysia Bhd (Malaysia), Telstra Corp Ltd (Australia)Selain itu anggota AAG lainnya ialah CAT Telecom (Thailand), Authority of Info-communications Technology Industry (Brunei), Philippine Long Distance Telephone Company (Filipina), Reach Netwoks Hong Kong Limited (Hong Kong) dan Vietnam Posts and Telecommunications Group (Vietnam).1,92 terabit per detikTujuan dari dibangunnya konsorsium AAG tak lain demi memenuhi pesatnya tuntutan pertumbuhan bandwidth di masa depan akibat aplikasi broadband yang revolusioner seperti Multimedia dan Internet.Keikutsertaan Telkom dalam konsorsium itu dituangkan dalam bentuk Construction & Maintenance Agreement (C&MA) dan Supply Contract AAG yang ditandatangani Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah serta para pimpinan anggota Konsorsium lainnya di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (27/4/2007).Dengan ikut bergabung, maka hingga akhir 2008 Telkom direncanakan bakal memiliki kuota bandwidth internasional sebesar 30 Gbps dalam konfigurasi AAG yang terbentang dari Mersing, Malaysia, hingga San Luis Obispo, Amerika Serikat. "Kami menargetkan dalam empat tahun ke depan kapasitas itu akan menjadi 60 Gbps hingga 70 Gbps," ujar Eddy.Selama ini, akses Telkom dari Indonesia ke jaringan internasional digelar melalui jalur Dumai-Melaka Cable System (DMCS) dengan kapasitas bandwidth 10 Gbps, Thailand-Indonesia-Singapore (TIS) Cable System dengan kapasitas 10 Gbps, Radio Link Batam-Singapore dengan kapasitas 4 STM-1 serta Radio Link Batam-Pangerang (Malaysia) dengan kapasitas 4 STM-1.Sedangkan bersama Konsorsium AAG, sistem kabel laut yang digawangi bersama itu memiliki kapasitas tinggi, yang didesain mencapai 1,92 terabit per detik (Tbps).Konsorsium tersebut menghubungkan langsung jalur Asia dan Amerika Serikat dengan persinggahan (landings) di Malaysia, Singapore, Brunei, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Philippines, Guam, Hawaii dan daratan AS. Konsorsium AAG mengelola saluran jaringan yang membentang sepanjang 19.000 km dengan kapasitas awal sebesar 480 Gbps.
(rou/dbu)