Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Belanja Roaming Orang Asing Lampaui Rp 2 T

Belanja Roaming Orang Asing Lampaui Rp 2 T


- detikInet

Jakarta - Orang asing yang keluar-masuk Indonesia diperkirakan melakukan transaksi telekomunikasi senilai lebih dari Rp 2 triliun per tahun. Para operator berebut porsi dari angka tersebut.Total orang asing yang masuk ke Indonesia diperkirakan mencapai 5 juta orang tiap tahunnya. Selama berada di Indonesia mereka menggunakan ponsel beserta kartu seluler yang berasal dari negara masing-masing. Transaksi roaming dihasilkan diperkirakan mencapai Rp 2 triliun untuk inbound roamers (roaming selama di Indonesia). Angka tersebut merupakan 91 persen dari total transaksi roaming (inbound roamers dan outbound roamers) yang diperkirakan mencapai Rp 2,2 triliun.Hal tersebut diungkap Group Head Integrated Marketing & Loyalty PT Indosat, Guntur Siboro kepada wartawan di Gedung Indosat, Kamis (26/4/2007). Namun sayangnya ia tak mau menyebut berapa porsi keuntungan yang telah diraih Indosat. "Ya, mungkin sebesar market share pelanggan kita dibanding operator lain," ujarnya.Agus A. Yahya, Division Head, Brand Management MIDI and Integrated Marketing Group PT Indosat mengungkap, mayoritas orang asing yang masuk Indonesia berasal dari negara-negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) yaitu mencapai 54% tiap tahunnya. Komposisinya adalah Singapura (1,4 juta orang), Malaysia (591 ribu orang), Jepang (517 ribu orang), Korea (252 ribu orang), Taiwan (247 ribu orang). Diungkap Yahya, telekomunikasi voice menduduki porsi paling besar yaitu sekitar 90 persen. Sisanya adalah komunikasi data seperti GPRS dan SMS. "Apalagi sekarang sudah banyak yang menggunakan layanan BlackBerry," lanjutnya.Untuk mengoptimalkan pendapatan dari pasar ini, operator-operator Asia termasuk Indosat bekerjasama dan membentuk aliansi bernama Conexus. Di situ operator saling menyamakan visi untuk membentuk kondisi layanan telekomunikasi yang menyamai kondisi di masing-masing negara asal. Misalnya layanan seperti Location Based Service (LBS), begitu mereka masuk ke suatu negara mereka akan disapa dengan bahasa asal.Kerjasama operator yang tergabung di Conexus juga mempermudah banyak hal seperti prefik number saat menghubungi serta penggunaan konten lokal. Operator yang tergabung di Conexus rata-rata sudah mendukung teknologi seluler generasi ketiga (3G). "Conexus merupakan gabungan operator challenger yang yang inovatif, dan mayoritas menggelar layanan 3G. Aliansi ini tidak hanya menggabungkan operator-operator GSM, tapi juga ada operator CDMA berkecepatan tinggi," kata Guntur.Operator yang tergabung dalam Conexus adalah: Indosat (Indonesia), Far EasTone Telecommunications (Taiwan), Hutchison Essar Limited (India), Hutchison Telecommunications (Hong Kong), KT Freetel Co. Ltd (Korea Selatan), NTT DoCoMo Inc (Jepang), Star Hub Ltd (Singapura) dan Smart Communications (Filipina). (nks/nks)





Hide Ads
LIVE