Telepon Umum Indosat Tunggu Migrasi Frekuensi
- detikInet
Jakarta -
PT Indosat Tbk menyatakan pembangunan telepon umum miliknya akan cepat terealisasi jika proses migrasi frekuensi StarOne rampung. Layanan telepon umum tersebut rencananya digelar dengan teknologi telepon tetap nirkabel (fixed wireless access/FWA) StarOne, yang sedang mengalami pergusuran spektrum frekuensi dari 1.900 Mhz ke 800 Mhz, di daerah Jabotabek dan luarnya."Saat ini kami sedang dalam melakukan persiapan. Detail dan update-nya akan segera disampaikan kepada pemerintah," ungkap Head of Public Relations Indosat, Adita Irawati, ketika dihubungi, Selasa (17/4/2007).Adita menegaskan, Indosat berkomitmen untuk memenuhi ketentuan dari lisensi modern yang mengharuskan operator saluran telepon tetap mengalokasikan sekitar 3% dari kapasitas jaringan yang dimiliki untuk membangun layanan telepon umum.Ketika ditanya jumlah telepon umum yang telah dibangun Indosat, Adita mengatakan saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data. "Datanya lagi diperbarui. Namun yang pasti kita mengarah ke angka tiga persen itu," jawabnya.Untuk diketahui, berdasarkan lisensi modern yang berlaku, operator telepon saluran tetap lokal harus membangun telepon umum minimal 3% dari kapasitas jaringan yang dimilikinya. Selaku pemegang lisensi saluran tetap lokal, PT Telkom Tbk dan PT Indosat Tbk diwajibkan membangun telepon umum.Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil mengatakan, operator akan dikanai denda jika tidak memenuhi ketentuan seperti yang disebutkan dalam lisensi modern tersebut. Ketentuan dendanya menunggu Permen Denda yang akan diberlakukan setelah ditandatangani presiden.Hingga saat ini Telkom telah mengembangkan telepon umum coin (TUC), telepon umum kartu (TUK), telepon umum flexi, dan telepon umum kartu chip di sejumlah kantor Divisi Regional (Divre)-nya.Telkom Divre IV memiliki total layanan telepon umum sebanyak 5.413 unit yang terpasang di seluruh wilayah Jateng dan DIY mencakup masing-masing sebanyak 1.286 TUC, 206 telepon umum flexi, 225 TUCP, 1.380 Ponpin, 960 TUK Chip, dan 1.356 TUK. Telkom juga telah memasang sekitar 2.000 unit telepon umum di wilayah kerja Divre VII Telkom atau wilayah Indonesia bagian Timur. Sementara di kawasan Bandung Raya, dari 1575 TUC, per bulannya memberi keuntungan yang tipis. Ada pun Indosat, telah memasang telepon umum seluler di sejumlah SMU di Bandung melalui program komunitas smart generation (SG) sebagai salah satu strategi edukasi teknologi bagi kalangan pelajar.
(rou/nks)