Wimax Akan Datang dari Desa
- detikInet
Jakarta -
Layanan akses internet nirkabel pitalebar (Broadband Wireless Access) yang menggunakan teknologi Wimax akan dimulai dari pedesaan sebelum ke perkotaan. Hal ini demi 'lompat kodok'.Hal itu ditegaskan Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar dalam rapat tertutup antara Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dewan TIK Nasional (DeTIKNas), serta Direktorat Jenderal Postel. "Kali ini kita leapfrog (melompat mendahului, red). Nanti seluruh desa akan mendapatkan layanan berbasis IP (protokol Internet, red)," ujar Basuki seusai rapat di Gedung Depkominfo, Jakarta, Senin (16/4/2007). Basuki mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan layanan akses nirkabel pitalebar, atau yang lebih populer disebut Wimax, ke masyarakat pedesaan. Hal ini akan dilakukan seiring dengan penerapan layanan telekomunikasi pedesaan atau yang populer disebut Universal Service Obligation (USO). Hal itu ditegaskan Basuki setelah anggota DeTIKNas Jos Luhukay menanyakan apakah program USO akan disinergikan dengan pengadaan akses internet di pedesaan. "USO ini kan harusnya seperti darah. Sekarang bagaimana darah itu bisa mengaliri bagian tubuh yang sudah lama terpisah dan bagaimana agar bagian tubuh itu bisa aktif lagi?" ujar Jos. "Nggak usah takut desa tidak mendapat bandwidth, karena akan ada backbone Wimax. Kita akan mulai Wimax dari desa, bukan dari kecamatan, apalagi dari kota," tukas Basuki. Basuki menambahkan, pihaknya menginginkan operator besar yang mengelola layanan Wimax berbasis frekuensi 2.3 GHz di pedesaan. "Harus operator yang kuat, yang punya kekuatan finansial. Karena bisnis yang menyangkut USO ini jangka panjang," tutur Basuki. Tender USO Sebentar LagiBasuki yakin pelaksanaan tender USO akan dilakukan dalam waktu dekat karena semua proses persiapannya sudah hampir rampung. Hal yang masih perlu dilengkapi, tambahnya, adalah dokumen tender dan surat izin multi-year contract dari Departemen Keuangan. "Kalau dua itu selesai, bisa langsung jalan," tukasnya. Tender USO rencananya akan dilakukan terhadap 11 blok wilayah di Indonesia. Targetnya, pada tahun 2007 USO akan menjamah 18.000 desa di berbagai wilayah tersebut. Pertemuan di Gedung Kominfo itu diadakan agar terjadi sinergi program pemerintah yang terkait akses telekomunikasi dan internet ke pedesaan. "USO juga harus didukung oleh departemen lain, jangan ego sektoral. Kalau hanya telepon, lima tahun juga selesai. Tapi ini kan perlu yang lain juga, seperti listrik dan edukasi," tandas Basuki.
(wsh/wsh)