Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom Jajaki Infrastruktur Serat Optik PGN

Telkom Jajaki Infrastruktur Serat Optik PGN


- detikInet

Jakarta - Telkom menjajaki kerjasama penggunaan saluran kabel serat optik dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) demi meningkatkan kapasitas jaringannya serta demi membangun jalur alternatif komunikasi data.Direktur Network & Solution PT Telkom Tbk, I Nyoman G. Wiryanata, mengungkap, pihaknya akan menjajaki untuk menyewa pipa serat optik di sepanjang jalur Batam-Singapura serta Singapura-Cilegon. Ia mengaku belum bisa mengungkap detil teknis kerjasama tersebut."Itu karena kita baru sebatas melakukan MoU (nota kesepahaman, red), dengan PGN. Nah, setelah kita selesai menjajaki, baru dilanjutkan dengan PKS (perjanjian kerja sama, red) yang akan mengatur skema dan teknis lainnya," jelas Nyoman, ketika ditemui usai acara Forum BUMN di Ballroom JCC, Jakarta, Jumat malam (13/4/2007).Meski demikian, bila penjajakan antar BUMN ini berlanjut menjadi PKS, lanjutnya, maka Telkom sudah bisa menggunakan backbone serat optik yang dimiliki PGN mulai 2008 mendatang. Tulang punggung jaringan itu rencananya akan dijadikan rute alternatif bagi Telkom sekaligus meningkatkan kapasitas bandwidth 20 Gbps yang dimilikinya saat ini melalui jalur serat optik Telkom-Indonesia-Singapura (TIS). "Tahun depan kita butuh tambahan empat Lamda. Satu Lamda sama dengan 10 gigabyte per second (Gbps) yang identik dengan 64 STM 1, yang artinya bisa menampung jutaan trafik," tukas Nyoman.Ia juga mengatakan, kerjasama ini merupakan sinergi antara BUMN dalam pemanfaatan infrastruktur bersama dengan pola saling menguntungkan. Sebab, investasi dan penggelaran dananya ditanggung bersama."Dan yang pasti, kerjasama ini sangat menguntungkan bagi Telkom karena kita akan memiliki berbagai diversity untuk mendukung performansi dan layanan yang lebih baik," ujarnya menambahkan.Menang TenderSementara itu, Nyoman mengungkap, pihaknya berhasil memenangkan kontrak penyewaan transponder satelit yang diselenggarakan Dewan Penyiaran Radio dan Televisi Timor Leste (Radio Televisao de Timor Leste/RTTL)."Penandantangan kontrak sendiri dilaksanakan di Dili (Ibukota Timor Leste, red), 13 April 2007 ini dengan nilai kontrak yang diperoleh Telkom sebesar US$ 1,3 juta," ungkapnya.Dalam penandatanganan kontrak kerjasama tersebut, lanjut Nyoman, Telkom diwakili Direktur Enterprises and Wholesale Arief Yahya, sedangkan pemerintah Timor Leste diwakili oleh Director Procurement Services at Ministry of Planning and Finance Gregorio Ferreira da Silva. "Kemenangan tersebut menunjukan kemampuan Telkom untuk berkompetisi dengan operator telekomunikasi dari negara lain," ujar Nyoman.Sementara Arief Yahya mengatakan, kepercayaan yang diberikan RTTL Timor Leste tidak akan disia-siakan. Ia berharap kerjasama penyewaan transponder satelit ini akan membuka kerjasama di bidang lain dengan negeri seluas 15.007 kilometer persegi dan berpenduduk sekitar 1.040.880 jiwa tersebut. Lebih jauh ia mengatakan, kontrak penyewaan tranponder satelit oleh Timor Leste semakin membuka pintu bagi Telkom untuk merambah bisnis telekomunikasi di tingkat regional. "Kerjasama seperti ini akan terus ditingkatkan ke negara-negara lain," tandas Arief, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Sabtu (14/4/2007). (rou/rou)




Hide Ads