Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bagi Mobile-8, FWA Cuma Bemper Seluler

Bagi Mobile-8, FWA Cuma Bemper Seluler


- detikInet

Jakarta - Tak mudah untuk mendapatkan lisensi fixed wireless access (FWA). Namun Mobile-8 malah menganggap layanan telepon tetap nirkabel yang bakal digelarnya hanya sebatas aksesoris alias bemper buat bisnis selulernya saja."Bagi kami, fokus utama tetap pada bisnis seluler, inti bisnis kami. Sedangkan layanan FWA, cuma sebatas complementary saja," kata Loh Keh Jiat, chief marketing officer PT Mobile-8 Telecom Tbk, kepada wartawan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (11/4/2007) malam."Benar, cuma sekadar complement saja. Fokus utama kami tetap pada bisnis seluler dan data," tukasnya, ketika diminta penegasan. Layanan data, kata dia, memberikan kontribusi sekitar delapan sampai sepuluh persen bagi total pendapatan perseroan.Lebih lanjut ia menuturkan, layanan FWA hanya akan digelar Mobile-8 di area rural atau di daerah pedesaan yang belum kebagian layanan telepon tetap kabel. "Pelanggan di area tersebut tidak terlalu mobile," ringkasnya.Mobile-8 mendapatkan lisensi nasional FWA gara-gara frekuensi 800 MHz yang ditempatinya ditata ulang pemerintah. Operator yang punya produk seluler Fren itu mendapat kompensasi lisensi karena harus membagi sebagian kanalnya dengan PT Indosat Tbk, penyedia layanan StarOne yang harus mengungsi dari frekuensi 1900 MHz ke 800 MHz saat terjadi penataan frekuensi untuk layanan seluler generasi ketiga (3G).Meski telah mendapatkan lisensi FWA, namun Mobile-8 belum menggelar layanan tersebut. "Saat ini kami baru (sebatas) mengantongi izin prinsip saja, masih perlu menunggu finalisasi dari regulator," ujar Loh. "Mungkin baru di kuartal ketiga layanan ini diumumkan," tambahnya.Untuk menggelar layanan FWA, Loh mengaku tidak memerlukan tambahan belanja modal. Pihaknya tetap bertahan dengan capital expenditure (capex) yang ditetapkan sebesar US$ 125 juta pada 2007 ini."Kita tidak memerlukan tambahan capex, karena kita cuma perlu men-switch back end-nya saja. Jadi kita tak perlu tambahan biaya untuk merubah sistem penagihan, cakupan layanan, serta jaringan. Mungkin perubahannya hanya dalam aktivitas pemasaran saja," jelas dia.Selain FWA, Mobile-8 juga akan melebarkan sayap selulernya ke area Sumatera, tepatnya Medan di kisaran Mei atau Juni tahun ini. Sedangkan Bali, meski sudah 'kecipratan' sinyal dan dijanjikan bakal meluncur sejak tiga tahun yang lalu, baru akan dikomersialkan pada bulan Juli mendatang. "Kami telat meluncurkan karena kekurangan dana. Selain itu, kami juga ingin memastikan jaringan kami siap sesuai yang direncanakan," Loh berkilah. (rou/nks)





Hide Ads
LIVE