Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Soal Titik Interkoneksi
BRTI Meminta, Telkom Berkilah
Soal Titik Interkoneksi

BRTI Meminta, Telkom Berkilah


- detikInet

Jakarta - PT Telkom Tbk menyatakan belum mau menambah titik interkoneksinya, meski jumlahnya saat ini dinilai Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sudah tidak memadai lagi dan menyebabkan inefisiensi biaya interkoneksi.Meskipun demikian, VP Public and Marketing Communication PT Telkom Eddy Kurnia mengatakan bahwa pihaknya sudah membuka titik interkoneksi (point of interconnection/POI) sebanyak 29 unit yang tersebar di 26 kota di Indonesia."Untuk informasi POI yang dibuka oleh Telkom dalam DPI (Dokumen Penawaran Interkoneksi) jumlahnya sudah cukup memadai, dan bahkan jumlah ini sudah cukup banyak bila dibandingkan dengan operator lain," kata Eddy pada detikINET, Selasa (10/4/2007).Hal itu menjawab Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang meminta Telkom agar menambah lagi jumlah POI miliknya saat ini yang dinilai sudah tidak memadai."Telkom perlu menambah POI terutama di daerah yang trafiknya sudah ramai," kata anggota BRTI Hery Nugroho, di sela acara Selular Award, belum lama ini. Bila POI tidak ditambah, kata Hery, keterbatasan jumlah POI tersebut akan menyebabkan terjadinya inefisiensi biaya interkoneksi."Misal, dari kasus seorang pelanggan operator X menghubungi telepon rumah Telkom di Madiun, Jawa Timur yang tidak ada POI-nya. Operator X yang membawa trafiknya hingga Surabaya tetap terkena biaya interkoneksi jarak jauh untuk biaya Telkom yang harus membawa trafik dari Surabaya ke Madiun," ia mengilustrasikan inefisiensi yang dimaksud.DidesakHery mengungkap, pihaknya telah mendesak PT Telkom untuk menambah jumlah POI. Namun hingga saat ini BUMN telekomunikasi tersebut belum merespon permintaan BRTI."Mungkin Telkom masih mempertimbangkan berbagai hal sebelum menambah POI," ujarnya. Setidaknya, kata Hery, ada dua hal yang harus dicermati sebelum membangun POI, yakni biaya investasi dan perhitungan bisnis."Persoalannya bukan investasi tetapi POI yang dibuka oleh Telkom itu jumlahnya sudah memadai. Soal penambahan, itu perlu pembahasan atau evaluasi terlebih dahulu," kilah Eddy. (rou/dbu)







Hide Ads