'Market Leader Takkan Turunkan Tarif'
- detikInet
Jakarta -
Makin sengitnya persaingan merebut pelanggan membuat operator berlomba menurunkan tarifnya. Tapi ternyata, hal itu tidak berlaku buat sang penguasa pasar."Di mana-mana yang namanya market leader nggak main di pricing. Citibank yang begitu besar saja nggak mau menurunkan tagihan annual fee kartu kredit mereka," kata Henri Mulya Sjam, VP Marketing & CRM Telkomsel, ketika ditemui di Mal Pondok Indah 2, Jakarta, akhir pekan ini."Sampai saat ini Telkomsel tidak akan menurunkan tarif. Tapi bagaimana nanti saja, lah," ucapnya.Menurutnya, Telkomsel sebagai penguasa pasar seluler di Indonesia dengan 38 juta pelanggannya, lebih memilih untuk memantapkan value positioning layanan dan cakupan jaringan ketimbang bermain di level penarifan."Pokoknya prinsip kami sebagai operator dengan coverage 90% di Indonesia, wherever you go, our network will follow," ujarnya sambil berkelakar.Di kesempatan berbeda, Ketua Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) Johnny Swandi Sjam menilai, perang tarif yang dilancarkan operator baru sebatas gimmick, bukan penurunan tarif sesungguhnya."Sesungguhnya belum bisa disebut perang tarif, cuma penyampaian tarif kepada masyarakat dikemas lebih menarik saja sehingga terkesan turun. Padahal sesudah dihitung-hitung tarif tetap sama. Bahkan masih terasa mahal" ujarnya."Tapi mungkin saja ke depan tarif akan turun, karena konsumen menginginkan hal tersebut," Johnny menambahkan.Di lain pihak, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Koesmarihati mendukung penurunan tarif yang dilancarkan operator, karena dinilai akan meningkatkan trafik pemakaian dan percepatan teledensitas pengguna telekomunikasi di Tanah Air.
(rou/rou)