Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Lambat Luncur, '3' Salahkan Regulasi

Lambat Luncur, '3' Salahkan Regulasi


- detikInet

Jakarta - Hutchison Charoen Pokphand Telecommunication Indonesia (HCPT) baru meluncurkan layanan telekomunikasi seluler komersial mereka Kamis (29/3/2007). Padahal, saat masih bernama Cyber Access Communication, perusahaan itu telah mengantungi lisensi frekuensi telekomunikasi seluler 3G sejak 2004. Presiden Direktur HCPT, Rajiv Shawney, menjelaskan bahwa lambatnya peluncuran komersial '3' di Indonesia adalah karena kendala regulasi. "Kita terkendala regulasi, sehingga mengakibatkan lambatnya pembangunan jaringan kami," tuturnya saat peluncuran '3' di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (29/3/2007). Sayangnya Rajiv tidak merinci regulasi apa yang dirasanya menghambat. Sedangkan dari sisi interkoneksi dengan operator yang sudah ada, Rajiv mengatakan tak ada hambatan. Rajiv juga mempertanyakan tarif telekomunikasi yang masih mahal di Indonesia. "Indonesia terbesar dari segi populasi penduduk, tapi penetrasinya rendah dibandingkan Filipina dan Malaysia. Sedangkan tarifnya paling mahal," ujar Rajiv. Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRI), Kamilov Sagala, mempertanyakan pernyataan Rajiv. "Regulasi yang mana?" Kamilov balik bertanya. Kamilov juga mengatakan HCPT telah lulus Uji Laik Operasi layanan telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G) di dua kota, Jakarta dan Surabaya. Namun saat ini layanan 3G '3' baru dihadirkan di Jakarta saja. "Tapi untuk pelaksanaannya akan dikaji lagi apakah sudah sesuai dengan modern licensing atau tidak," Kamilov menambahkan. Modern Licensing mengharuskan operator 3G menggelar layanannya di dua kota. Rajiv mengatakan secara regulasi HCPT akan patuh. "Sekarang di Jakarta dulu, selebihnya menyusul. Kami hanya akan meluncurkan layanan setelah puas dengan kinerja jaringan," ujarnya. HCPT mengklaim layanan '3' telah menjangkau 75 persen Pulau Jawa. Sebelum akhir 2007 jangkauan itu akan diperluas hingga menjangkau 100 persen kota Tingkat II dan 91,3 persen kota Kecamatan. (wsh/wsh)





Hide Ads