Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pemerintah Tawarkan Opsi Palapa Ring

Pemerintah Tawarkan Opsi Palapa Ring


- detikInet

Jakarta - Pemerintah menawarkan opsi model bisnis baru untuk mendorong operator yang ingin mengikuti tender Palapa Ring agar fokus membangun di wilayah timur Indonesia (KTI)."Pemanfaatan jaringan kabel optik di wilayah Indonesia Bagian Timur akan menggunakan model bisnis investasi bersama atau joint investment," kata Kepala Bagian Umum dan Humas, Ditjen Postel Depkominfo, Gatot S. Dewo Broto, di Gedung Postel Jakarta, Kamis (22/2/2007). "Itu alternatif yang ditawarkan, keputusan finalnya akan ditentukan pekan depan," imbuhnya. Dijelaskan, model bisnis joint investment merupakan model bisnis di mana infrastruktur dibangun dan dioperasikan bersama oleh setiap operator atau pihak lain yang tergabung dalam konsorsium. Pada model bisnis ini, setiap operator yang terlibat berkewajiban mengeluarkan dana untuk investasi dan operasional sesuai dengan kapasitas jaringan yang dibutuhkan.Gatot mengungkap, model bisnis itu ditawarkan karena di wilayah KTI sama sekali belum dibangun jaringan kabel optik. Konektivitas dengan wilayah itu selama ini menggunakan jaringan satelit. Sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian barat, jaringan kabel optiknya sudah melebihi kapasitas yang dibutuhkan."Tapi tidak seluruh jaringannya terisi. Jadi untuk wilayah barat pembangunan jaringan kabel optik hanya bersifat suplemen saja," ujarnya. Alternatif model bisnis untuk wilayah barat berupa sewa kapasitas, di mana infrastruktur kabel optik yang dibangun disewakan kapasitas jaringannya ke operator lain yang pembayaran sewanya dilakukan per tahun. Selain itu, model bisnis alternatif lain di wilayah barat adalah pembelian hak pakai kapasitas jaringan. Pada model ini, operator yang membutuhkan jaringan kabel optik dapat membeli hak pakai kapasitas dari penyedia jaringan untuk jangka waktu 10-15 tahun. Biaya operasional untuk model bisnis ini ditanggung oleh pembeli hak pakai.Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan membentuk konsorsium proyek pembangunan jaringan kabel optik Palapa Ring senilai US$ 1,517 miliar pada Akhir Mei 2007. Proyek itu akan ditenderkan pada Oktober 2007. Pembentukan konsorsium ini merupakan dorongan dari calon investor yang berminat untuk berpartisipasi dalam pembangunan jaringan kabel optik itu. Proyek Palapa Ring dirancang berdasarkan studi kelayakan untuk menentukan desain optimum terkait dengan kondisi trafik telekomunikasi pada masa yang akan datang. Total panjang kabel optik bawah laut yang hendak dibangun adalah 35.280 kilometer dan 20.737 kilometer kabel optik inland (di daratan). Saat ini kabel optik yang telah ada dibangun oleh PT Telkom Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Indosat Tbk, dan PT Comnet Plus (anak perusahaan PT PLN Tbk). Panjang kabel optik yang telah dibangun adalah Sekitar 15.000 kilometer.Saat ini ada lima calon investor yang secara formal telah menyatakan ketertarikan dengan menyampaikan letter of intent dalam proyek Palapa Ring ini, yaitu PT Bakrie Telecom Tbk, PT Wireless Indonesia, Telkom, PT Aqela Communications, dan PT Potensi Bumi Sakti. Pemerintah juga sedang mengkaji kemungkinan pemberian insentif berupa Right of Way atau izin untuk menggunakan jaringan infrastruktur lain. Untuk itu, pemerintah akan mengkaji bersama instansi lain yang terkait dengan penyediaan infrastruktur seperti Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Perhubungan, Departemen Dalam Negeri, Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI), PT KAI, dan PT PLN. (rou/wsh)






Hide Ads