Terkait Gempa Taiwan
Koneksi Lambat, Pengguna Internet di Cina Minta Diskon
- detikInet
Cina -
Dua perusahaan telekomunikasi terbesar di Cina, China Telecom dan China Netcom, memastikan layanan komunikasi yang terganggu akibat gempa di Taiwan hampir mencapai tahap akhir. Sekitar 2 minggu lagi diperkirakan layanannya akan pulih total.Sejak gempa 26 Desember lalu itu, pengguna Internet memang mengalami gangguan koneksi Internet. Pelan tapi pasti, kecepatan koneksinya kian membaik namun beberapa situs luar masih lambat ketika diakses.Sementara itu, banyak pengguna Internet yang meragukan "kebaikan" operator Internet untuk memberikan diskon kepada mereka atas kerugian yang mereka alami selama kerusakan belum dapat diperbaiki."Operator telekomunikasi seharusnya melakukan pemotongan harga untuk layanan mereka sampai keseluruhan jaringan pulih," ungkap salah seorang pengguna Internet yang tidak disebutkan namanya, di buletin situs Thatsbj.com.Di lain pihak, China Telecom bersikeras bahwa kerusakan ini bukan kesalahan perusahaan tetapi karena bencana alam. China Telecom juga mengatakan tidak akan ada kompensasi apapun dari perusahaan apalagi pemotongan harga untuk layanan tersebut. Demikian dikutip detikINET, Rabu (31/1/2007), dari Telecomasia.net.China Netcom sendiri awalnya memprediksi akhir Januari seluruh perbaikan dapat diselesaikan. Namun perbaikan terpaksa tertunda karena kendala cuaca buruk dan masalah teknis.Perusahaan tersebut juga menyatakan bahwa perbaikan kabel menelan dana yang sangat besar. Untuk setiap kabel yang rusak saja, menurut China Netcom, dihabiskan dana sekitar US$ 700.000 hingga US$ 800.000 atau sekitar Rp 6,3 milyar sampai Rp 7,2 milyar (US$ 1 = Rp 9.103,00 Sumber: detik.com).Gempa 7,1 SR di Taiwan berdampak pada rusaknya sembilan kabel fiber optik bawah laut di selatan Taiwan, dan berimbas terganggunya jalur telekomunikasi di Taiwan, Hong Kong, Amerika Serikat, Eropa dan Asia Tenggara.
(dwn/dwn)