LIPI-ITB Kembangkan Perangkat BWA 2,3 GHz
- detikInet
Jakarta -
Pemerintah menyatakan dukungannya pada industri dalam negeri. Salah satunya dengan menyokong Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengembangkan teknologi perangkat akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access/BWA) yang bekerja di frekuensi 2,3 GHz."Kami mengusahakan untuk memberikan grant pada ITB dan LIPI untuk mengembangkan chip BWA produksi dalam negeri," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A. Djalil dalam pembahasan Rapat Kerja Menkominfo di Komisi I DPR, Jakarta, Kamis (25/1/2007).Hal itu terungkap saat menteri ditanyai oleh para anggota dewan di Komisi I DPR mengenai perkembangan terakhir tender BWA yang rencananya digelar Maret 2007 ini. Pemerintah berencana menenderkan lisensi penyelenggaraan BWA di pita frekuensi 2,3 GHz. Di rentang frekuensi tersebut terdapat kapasitas 90 Mhz yang kemudian dibagi menjadi enam blok, di mana masing-masing blok sebesar 15 MHz. Tender akan digelar di 17 grup wilayah di Indonesia.Kemudian, rencana tender itu tiba-tiba berubah. Dari enam blok, tender lima blok di antaranya diundur hingga tahun depan. Namun demikian, Sofyan menyatakan tetap ada satu blok yang ditenderkan pada Maret 2007. "Tender kami tunda karena teknologi BWA di 2,3 GHz belum siap, baru teknologi Wibro dari Korea yang siap. Kami tunda karena kami tak mau tergantung pada satu vendor saja," kilahnya.Menurut Sofyan, momen penundaan itu bisa dijadikan 'ruang bernafas' bagi industri dalam negeri untuk berkembang sekitar satu tahun ini. "Kami juga telah memanggil Kamar Dagang Industri (KADIN) dan mereka menyatakan siap selama pemerintah melindungi," ucapnya. "Pemerintah akan melindungi paling sedikit setahun bagi mereka untuk jalan duluan sehingga kita bisa mempunyai kemampuan industri dalam negeri," tegasnya.
(rou/rou)