Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Palapa Ring Tambah Dua Peminat

Palapa Ring Tambah Dua Peminat


- detikInet

Jakarta - Tender Palapa O2 Ring yang akan digelar pemerintah pada Oktober 2007 kini kedatangan dua peminat baru. Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, saat ini sudah ada lima peminat untuk Palapa Ring. "Sebelumnya ada tiga yaitu Telkom, Bakrie Telecom dan Wireless Indonesia. Sekarang ada dua lagi, mereka adalah pemain dalam negeri," ungkap Basuki saat ditemui wartawan di acara Indonesia ICT Summit 2007 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Selasa (23/1/2007).Di tempat terpisah, Budi Santoro, Direktur Telekomunikasi Ditjen Postel menjelaskan bahwa dua pemain baru tersebut adalah Aqela Communication Indonesia dan Potensi Bumi Sakti. "Aqela sudah ikut rapat. Mereka bahkan berminat menjadi investor tunggal," ujarnya saat dihubungi detikINET. "Sementara Potensi Bumi Sakti baru mengirimkan Letter of Intens pada saat kita rapat, mereka investor juga. Kamis akan kita undang lagi," imbuhnya.Palapa O2 Ring merupakan proyek infrastruktur bernilai US$1,517 juta. Proyek ini mempunyai misi untuk mengupayakan pembangunan jaringan serat optik pitalebar ke seluruh wilayah Indonesia. Proyek ini menargetkan pembangunan tujuh cincin serat optik yang akan meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua serta delapan jaringan penghubung (back haul). Palapa Ring yang memiliki panjang keseluruhan 30.000 km tersebut diharapkan menghubungkan sekitar 33 provinsi dan 440 kota/daerah di seluruh Indonesia.Basuki mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan koridor teknis untuk proyek tersebut. "Kita sedang siapkan koridor teknis. Nanti pembangunan Palapa Ring tidak harus selalu dari sub-marine, tapi untuk fungsi in land ring pun bisa asalkan sampai ke Kecamatan," ujar Basuki. Sementara itu, pemerintah akan meringankan kewajiban pembangunan sentra gerbang internasional (SGI) bagi penyelenggara sambungan langsung internasional (SLI). Saat ini pemerintah menetapkan persyaratan pembangunan sedikitnya 10 SGI bagi penyelenggara. Namun berdasarkan hasil konsultasi publik kewajiban tersebut dinilai terlalu berat. "Pemerintah diminta menurunkan kewajiban membuka 10 SGI, karena tidak fear. Kemungkinan itu akan diturunkan, tidak lagi 10," ujar Basuki. Menurutnya, operator SLI yang beroperasi saat ini pun tidak sampai memiliki SGI hingga 10 unit. (nks/nks)




Hide Ads