30 Nama Calon Direksi Baru Telkom Disiapkan
- detikInet
Jakarta -
Sebanyak 30 nama sedang disiapkan oleh Dewan Komisaris PT Telkom Tbk sebagai calon direksi baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom 28 Februari 2007 mendatang."Ada daftar nama berisi 30 calon direksi yang berasal dari internalperusahaan. Kami tidak tahu kalau yang dari luar Telkom," ujar KomisarisUtama Telkom, Tanri Abeng, usai acara dialog interaktif Manajemen Krisisdi gedung RRI, Jakarta, Senin (22/1/2007).Ia memperkirakan, kajian yang dilakukan dewan komisaris itu rampung padaakhir Januari ini, untuk kemudian diserahkan kepada Kementerian BUMN. Baruselanjutnya, kementerian akan menyeleksi uji kepatutan dan kelayakan(fit and proper test) ke-30 daftar calon tersebut. Setelah itu,lanjutnya, baru diadakan RUPSLB Telkom.Tanri pun memastikan, pergantian pimpinan di kubu Telkom merupakan salahsatu agenda utama rapat umum pemegang saham perusahaan pelat merah itu,pada 28 Februari mendatang."Ada agenda perubahan direksi," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjutperubahan itu. Apakah juga melibatkan posisi direktur utama Telkom? "Siapayang diganti saya tidak tahu, karena itu wewenang pemegang saham,"kilahnya.Ia juga mengkonfirmasi perihal kabar pergantian Direktur Utama TelkomArwin Rasyid dalam RUPSLB mendatang. "Kami tidak secara khusus begitukarena bukan pada posisi kami. Tapi, kalau ada pergantian direksi harusada fit and proper test, dan itu butuh waktu," tandasnya.Setujui Telkom InternasionalTanri Abeng selaku Komisaris Utama Telkom juga menyatakan setuju tentangpembentukan PT Telkom Internasional sebagai anak usaha Telkom gunamelakukan ekspansi usaha ke luar negeri. Menurutnya, rencana pembentukanTelkom Internasional sudah sejak lama disiapkan agar Telkom bisamemfokuskan usahanya di luar negeri."Peluang untuk melakukan usaha keluar negeri sangat besar, tetapi karenabelum ada bagian khusus untuk melakukan ekspansi itu, maka Telkom belummelakukan investasi," jelasnya.Lebih lanjut dijelaskan, yang menjadi fokus pengkajian saat ini adalahmencari bentuk bisnis yang tepat bagi Telkom Internasional. Jika formatbisnis telah ditemukan Telkom Internasional dapat langsung beroperasi. "Kami ingin menjaga Telkom dapat melakukan investasi yang benar agar tidakmengalami kegagalan karena telah menginvestasikan dana yang cukup besar,"tukasnya.Untuk tahap awal, lanjutnya, Telkom Internasional kemungkinan tidak akanmelakukan investasi secara langsung tetapi membantu pengelolaan usahaperusahaan telekomunikasi di negara lain seperti Nigeria dan Ekuador. DiNigeria, papar Tanri, Telkom akan membantu mengelola perusahaanpenyelenggaran satelit di negara itu. Sedangkan di Ekuador, Telkom akanmembantu pengelolaan seluruh sistem telekomunikasi."Setelah perusahaan yang dikelola berjalan dengan baik, Telkom baru akanmasuk untuk berinvestasi. Jadi kami tidak membeli kucing dalam karung,"pungkasnya.Negara lain yang sedang dijajaki oleh Telkom untuk memperluas usaha adalahBangladesh, dan Vietnam. Menurut Tanri, di negara-negara seperti itupeluang untuk berkembang bagi perusahaan penyelenggara komunikasi masihsangat besar.
(rou/nks)