Soal RUPSLB
Dirut Telkom: Saya Tidak Tahu Apa-Apa
- detikInet
Jakarta -
Direktur Utama PT Telkom Arwin Rasyid mengaku tak tahu persis alasan pemerintah memundurkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), menjadi 28 Februari 2007."Tanya saja menterinya, (Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto- red). Jangan saya dong," kata Arwin Rasyid usai peluncuran Infusion 2008 di Grha Cipta Caraka, Telkom, Jakarta, Rabu (10/1/2007).RUPSLB yang semula dijadwalkan berlangsung pada 26 Januari 2007, mundur menjadi 28 Februari 2007 tanpa alasan yang jelas.Sebelumnya, Menneg BUMN Sugiharto menjelaskan pada RUPSLB itu akan memasukkan agenda pergantian direksi dan komisaris. Selain perombakan manajemen di perusahaan telekomunikasi kakap itu, agenda RUPSLB lainnya akan mengusulkan rencana penjualan saham kepada karyawan dan dana pensiun.Namun ketika ditanyakan terkait adanya agenda perombakan tersebut, Arwin hanya menggelengkan kepala. "Saya tidak tahu apa-apa," katanya.Wacana perombakan direksi Telkom, menurut kabar yang beredar di kalangan wartawan, muncul dari Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng. Tanri konon sempat menulis surat kepada Menneg BUMN Sugiharto selaku kuasa pemegang saham Telkom.Dalam surat tersebut, dengan alasan tidak harmonisnya hubungan antara jajaran direksi dan komisaris Telkom Tanri mengusulkan Dirut Arwin Rasyid dicopot. Salah satu tanda tidak harmonisnya Telkom yang disebutkan adalah tidak terserapnya dana anggaran belanja perusahaan pada 2006.Namun pada kesempatan terpisah, Menneg BUMN Sugiharto sempat menyatakan, konsolidasi kinerja keuangan perseroan terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. "Dari sisi keuangan Telkom menjadi perusahaan yang memberi kontribusi besar kepada pemerintah. Kapitalisasi pasar saham Telkom di bursa efek tercatat sekitar Rp 200 triliun, atau tertinggi di antara BUMN Tbk (tercatat di pasar modal-red)," tandas Sugiharto.
(rou/wsh)