Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Akses Internet di Cina Pulih 2 Minggu Lagi

Akses Internet di Cina Pulih 2 Minggu Lagi


- detikInet

Jakarta - Koneksi Internet milik China Telecom mulai berangsur membaik, menyusul gempa di Taiwan yang menyebabkan putusnya kabel bawah laut. Koneksi diharapkan kembali normal kurang lebih dua minggu lagi, 15 Januari 2007.Hal itu diungkapkan China Telecom selaku operator telekomunikasi terbesar di Cina baru-baru ini. "Lima kapal sudah diberangkatkan untuk memperbaiki jaringan yang rusak," kata salah seorang pejabat perusahaan.Namun, diakui lagi, perbaikan menjadi sangat sulit dilakukan karena kabel berada di bawah laut. "Gempa mengakibatkan beberapa kabel terhimpit di dasar laut, dan yang lainnya menjadi kusut (tidak beraturan-red)," katanya lagi.Lebih lanjut dijelaskan, perusahaan harus menambah beberapa bagian baru kabel -- hingga 400 meter -- untuk menyambung kembali jaringan mereka. Demikian dikutip detikINET dari shanghaidaily, Selasa (2/1/2007).Sesudah gempa, menurut China Telecom, beberapa trafik Internet di-routing ulang lewat kabel jalur darat yang menghubungkan Cina dan Eropa. Mereka juga mengaku menggunakan transmisi satelit untuk mengantisipasi gangguan koneksi Internet."Saat ini, 70% koneksi Internet luar negeri sudah mulai hidup lagi. Namun link ke Amerika Utara masih mengalami gangguan," papar juru bicara China Telecom.Hal senada juga disampaikan salah satu senior eksekutif China Netcom. "Lima kapal sudah diberangkatkan dimana dua diantaranya sudah mulai memperbaiki jaringan yang rusak. Kabel yang rusak akan dinaikkan dan diperbaiki oleh kru di atas kapal," kata juru bicara tersebut.Di lain sisi, Guan Ruoqi, direktur utama departemen internasional China Netcom yang merupakan operator telekomunikasi kedua terbesar di Cina mengatakan, pihaknya akan segera mereparasi kabel fiber-optik. Dikatakan lagi, bisnis Internet China Netcom berangsur kembali normal.Sekedar tambahan, menurut survei online yang diadakan Sina.com, 90% responden mengaku kehidupan atau pekerjaan mereka jadi terganggu karena sulitnya memperoleh koneksi Internet sejak gempa terjadi. Sementara itu lebih dari 50% mengatakan perusahaan mereka mengalami kerugian akibat leletnya koneksi Internet. (dwn/dwn)






Hide Ads