Tidak Semua ISP Indonesia Sekarat
- detikInet
Jakarta -
Dampak gempa di Taiwan bagi koneksi internet di Indonesia memang cukup dahsyat. Namun ada beberapa penyedia jasa internet yang lolos 'bencana internet' tersebut. Siapa saja?Menurut informasi yang diterima detikINET, Jumat (29/12/2006), tidak semua Internet Service Provider (ISP) terkena dampak 'bencana internet'. Beberapa ISP berhasil bertahan karena memiliki sambungan lain. Salah satu yang bertahan adalah QuasarNet, ISP sekaligus Network Access Provider (NAP) yang bermarkas di Bandung tersebut mengklaim terhindar dari bencana internet yang sedang melanda Indonesia. Sebagai NAP QuasarNet memang memiliki izin untuk menarik bandwidth dari luar negeri. "QuasarNet mempunyai koneksi backbone alternatif melalui satelit dengan hub di daratan eropa, selain koneksi backbone melalui serat optik yang sekarang sedang bermasalah itu. Pemilihan kedua koneksi back-bone ini juga sengaja dibuat terpisah, satu melalui jalur timur (via serat optik) dan satu lagi melaui jalur barat (via satelit)," ujar Yana S. Raharja Managing Director QuasarNet. Demi solidaritas sesama ISP, QuasarNet menyediakan proxy e-mail gratis yang bisa digunakan semua ISP di Bandung. Selain itu Quasar juga menyediakan akses internet gratis di kantornya. Sebanyak 70 lebih warnet yang menggunakan akses QuasarNet di Bandung juga disebutkan lolos dari bencana. PengalamanMasih dari Bandung, ISP Melsa juga mengaku tidak terkena dampak 'bencana internet'. Managing Director Melsa, Heru Nugroho, mengatakan sebelumnya kapasitas Melsa sempat turun 40 persen akibat putusnya serat optik di Taiwan. "Kebetulan Melsa menggunakan 40 persen bandwidth dari Indosat, dan 60 persen dari PT NTT Indonesia dan via satelit yang landing ke France Telecom," tutur Heru. Tak lama setelah bencana terjadi, Heru mengatakan Melsa segera melakukan perjanjian dengan NTT untuk memperbesar kapasitasnya. NTT, ujar Heru, mendapatkan bandwidth via Australia yang tidak terganggu bencana di Taiwan. Saat ini Melsa pun menyediakan akses internet gratis pada layanan hotspot mereka, salah satunya di Bandara Husein Sastranegara. Daftar hotspot> Melsa dapat dilihat di http://melsahotspot.com. "Dengan pengalaman seperti ini, saya rasa teman-teman ISP lainnya juga harus berpikir untuk punya 'kaki' (koneksi internet internasional-red) tidak di satu tempat. Musibah ini jadi pengalaman, memasang 'kaki' harus melihat topologi jaringan yang ada," Heru menambahkan. Kabar lain yang diterima redaksi menyebutkan bahwa Pesat, sebuah ISP di daerah Bali, juga tidak mengalami gangguan. Pesat merupakan perpanjangan tangan PT Pasifik Satelit Nusantara dengan jaringan lokal Spycom Network di Bali. Yohanes Bule, e-Marketing Pesat, mengatakan bahwa sempat ada gangguan pada server Pesat pada Kamis (28/12/2006) sore. "Selama 2 jam dikarenakan pemindahan server ke gedung IIX di Jakarta. Namun selebihnya sudah normal kembali," tuturnya.
(wsh/wsh)