Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Internet Lumpuh, Operator Siap Beri Keringanan Pembayaran

Internet Lumpuh, Operator Siap Beri Keringanan Pembayaran


- detikInet

Jakarta - Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, operator akan memberi keringanan pembayaran kepada pelanggan internetnya, yang terkena dampak atas lumpuhnya akses internet akibat gempa di Taiwan."Ada komitmen memberikan keringanan pembayaran dari PT Telkom Tbk., PT Indosat Tbk., dan PT Excelcomindo Pratama Tbk. kepada pelanggan internetnya yang terkena dampak kerusakan ini," kata Basuki dalam jumpa pers usai rapat penanggulangan darurat internet, di Gedung Sapta Pesona, Ditjen Postel, Jakarta, Kamis (28/12/2006).Meski begitu, Basuki mengatakan belum tahu besarnya keringanan pembayaran yang akan diberikan operator. "Potongan ini hanya sebagai bentuk keringanan pembayaran. Ini bukan sebagai ganti rugi. Ini hanya bentuk simpati atas force majeure. Jadi dari setiap operator belum menentukan berapa besaran keringanan pembayaran," kata Basuki.Menurut Wimbo S. Hardjito, Direktur Corporate Services Indosat PT Indosat Tbk., besaran keringanan pembayaran ditentukan berdasarkan lamanya pelanggan tidak dapat melakukan akses internet. "Logikanya jika dalam sebulan tidak digunakan selama dua hari, maka dua hari itu yang diberika potongan," ujarnya saat ditemui usai rapat.Rapat penanggulangan darurat internet juga menetapkan sejumlah langkah pemulihan, yaitu mencari alternatif routing ke Australia dan Eropa. Namun untuk alternatif routing dinilai terlalu mahal biayanya. Langkah lain adalah melakukan optimalisasi kapasitas satelit dan penambahan akses baru ke satelit serta memberi prioritas penggunaan link internasional untuk informasi dan transaksi elektronik yang bersifat strategis.KerugianBasuki mengatakan belum punya gambaran soal kerugian kuantitatif akibat bencana internet ini. "Tapi secara kualitatif kita bisa melihat transaksi di Indonesia yang menggunakan internet sangat besar. Bahkan diperkirakan sampai triliunan rupiah. Jadi kalau kapasitas internet kita tinggal 17 persen, bisa dibayangkan besarnya dampak ini," papar Basuki.Basuki menekankan, meski sulit dihitung, kerugian akibat lumpuhnya akses internet sangat nyata karena mengganggu proses pengambilan keputusan. (nks/nks)







Hide Ads