Asia Butuh Lebih Banyak Kabel
- detikInet
Jakarta -
Bencana di Taiwan jadi bukti bahwa kawasan Asia membutuhkan lebih banyak lagi kabel bawah laut. Rute alternatif perlu dibangun. Hal itu disepakati beberapa peneliti dan analis terkait kacaunya koneksi internet di kawasan Asia gara-gara gempa di kawasan Taiwan. Alan Mauldin, research director di perusahaan komunikasi TeleGeography Inc., mengatakan sebagian besar lalu lintas internet antara Amerika Serikat dan Asia hanya melalui empat kabel bawah laut. Keempatnya rusak akibat gempa di Taiwan. Di sisi lain, Mauldin membandingkan, ada jauh lebih banyak kabel bawah laut yang melintasi Atlantik untuk menghubungkan Eropa dan Amerika Serikat. Ia mengatakan ada enam kabel bawah laut yang digunakan untuk menangani 92% jalur komunikasi antara AS dan Eropa. Untuk merusak enam kabel tersebut, ujar Mauldin, perlu ada bencana yang jauh lebih besar dari gempa. "Jika itu terjadi, tentunya umat manusia punya hal yang lebih penting untuk dipikirkan daripada sekadar mengirim e-mail," tuturnya kepada Bloomberg yang dikutip detikINET, Kamis (28/12/2007). Martin Campbell-Kelly, Professor Ilmu Komputer di University of Warwick Inggris, mengatakan selalu ada jalur alternatif jika terjadi kerusakan pada kabel. Namun kapasitas akan berkurang drastis. Kabel serat optik dapat membawa data dalam jumlah jauh lebih besar dari satelit.Albert Lin analis dari American Technology Research di San Francisco, mengatakan kejadian di Taiwan yang mengakibatkan bottleneck dapat dilihat sebagai kebutuhan akan kabel bawah laut yang lebih banyak di Asia. "Hubungan dan rute alternatif yang ada saat ini tidaklah mencukupi," tukasnya.
(wsh/wsh)