Postel Angkat Tangan Soal Internet 'Sekarat'
- detikInet
Jakarta -
Ditemui wartawan di Gedung Postel, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengaku tak bisa melakukan apa-apa terkait putusnya sambungan internet internasional. "Kita belum punya hak ke tier-1 (backbone internet dunia-red). Jadi, begitu hub (ke tier-1) itu putus, kita kelabakan. Solusinya untuk itu, kita harus punya backbone yang tangguh," ujarnya, Rabu (27/12/2006). Basuki mengatakan kejadian putusnya koneksi internasional ini membuktikan bahwa ketergantungan infrastruktur pada negara lain adalah sesuatu yang tidak enak. Sementara menurut anggota BRTI Heru Sutadi, putusnya backbone internasional itu membuka peluang usaha jalur infrastruktur internasional. "Kita sedang inventarisir. Semoga Maret sudah bisa dibuka, paling cepat Februari," tuturnya. Masih terkait dengan infrastruktur, pemerintah telah menawarkan proyek penguatan backbone internet yang disebut Palapa Ring. Basuki mengatakan sudah ada tiga peminat untuk Palapa Ring. "Untuk Palapa Ring, tiga perusahaan domestik secara formal sudah mengajukan keikutsertaannya untuk tender. Mereka itu, Bakrie Telecom, WIN, dan Telkom," tukasnya. Selain itu Basuki mengaku sudah didatangi oleh beberapa perwakilan dari perusahaan asing terkait Palapa Ring. Namun, lanjutnya, pernyataan secara formal belum ada. Sedangkan untuk tiga perusahaan domestik yang disebut sebelumnya, Basuki mengatakan ketiganya telah mengirimkan Letter of Intent. Basuki pun kembali menegaskan Palapa Ring ini sangat diperlukan demi membangun infrastruktur secara sustainable dan tangguh.
(wsh/wsh)