Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Palapa Ring Sepi Peminat?

Palapa Ring Sepi Peminat?


- detikInet

Jakarta - Pemerintah akan menggelar tender SLI dengan syarat pemenangnya mau membangun serat optik. Gara-gara proyek mega infrastruktur Palapa Ring tak laku?Rencananya pemerintah akan menggelar tender operator telekomunikasi baru untuk penyelenggaraan layanan Sambungan Langsung Internasional (SLI), Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ), dan Paket SLJJ plus Lokal. Salah satu penilaian utama dalam tender yang akan digelar pada Maret 2007 itu adalah kesediaan operator membangun serat optik.Hal ini menimbulkan tanda tanya, karena di sisi lain pemerintah juga sempat menawarkan proyek mega infrastruktur serat optik bertajuk Palapa Ring. Apakah tender SLI, SLJJ, dan SLJJ+Lokal itu tanda proyek Palapa Ring sepi peminat?Saat ditemui di sela-sela seminar 'Peluang Usaha di Bidang Penyelenggaraan Telekomunikasi', Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar menampik spekulasi itu. "Siapa bilang nggak laku, itu nggak bener. Ada dua perusahaan yang sudah menyatakan keinginannya," ujarnya di Gedung Postel, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (19/12/2006). Menurut Basuki, sebenarnya banyak yang meminati Palapa Ring. Namun baru dua perusahaan itu yang secara verbal menyatakan keinginannya untuk terlibat. Postel, lanjutnya, juga telah membuat surat untuk dua perusahaan tersebut. Basuki mengelak untuk menyebutkan siapa persisnya perusahaan yang meminati proyek Palapa Ring. Ia hanya memberi 'petunjuk' bahwa keduanya adalah perusahaan domestik dan cukup dominan di pasaran telekomunikasi lokal. Tender SLI?Sedangkan untuk serat optik yang akan dibangun oleh pemenang tender, Basuki mengatakan hal itu akan bersifat komplementer terhadap Palapa Ring. Pemerintah, ujar Basuki, murni mengharapkan pembangunan infrastruktur dari para pemenang tender. Bahkan pemenangnya nanti tidak akan dipungut up front fee seperti layaknya pemenang tender frekuensi pertengahan tahun 2006 ini. Basuki menjelaskan, pemenang tender akan mendapatkan lisensi untuk menggelar layanan yang diminatinya. Apakah itu SLI, SLJJ, ataupun SLJJ+Lokal. Mereka, tuturnya, harus membangun serat optik sesuai yang diajukan dan tidak boleh pada lokasi yang sudah pernah dibangun serat optik sebelumnya. Peserta tender yang berminat mebangun di Kawasan Timur Indonesia (KTI), tutur Basuki, akan diutamakan. Pemenang tender SLI, tegas Basuki, akan diberikan lisensi untuk komunikasi suara ke luar negeri. Sedangkan untuk komunikasi lainnya, itu diserahkan sepenuhnya pada pemenang. ""Kalau dia sudah punya izin lain-lain, ya silahkan," ujar Basuki. Tender SLI tersebut, lanjut Basuki, merupakan persoalan pemberian nomor SLI. Kode penomoran untuk SLI adalah pada 00x, atau 001 hingga 009. Saat ini telah ada tiga pemegang kode akses internasional, 001, 008, dan 007. Basuki mengatakan, jika ada operator yang berminat untuk membangun jaringan ke tier-1 internet dunia, pemerintah tetap membuka penawaran 'hadiah' berupa lisensi SLI. Ujung dari ini semua, Basuki menambahkan, adalah demi tercapainya akses internet dengan harga murah. "Kalau ada yang membangun, kami akan evaluasi. Kalau memang memenuhi syarat bisa kami berikan itu," ujarnya. (wsh/wsh)





Hide Ads