Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Biaya Landing Right Tidak Signifikan Picu Internet Mahal'

'Biaya Landing Right Tidak Signifikan Picu Internet Mahal'


- detikInet

Jakarta - Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Tonda Priyanto mengatakan trafik internet via satelit tidak sampai 10% dari total penggunaan Internet di Indonesia. Jadi, menurutnya, biaya landing right satelit bukan merupakan komponen signifikan penyebab mahalnya tarif Internet di Indonesia.Menurut Tonda, menggunakan satelit asing dengan alasan lebih murah sudah tidak relevan lagi. "Kenapa mereka anggap internet mahal, mungkin karena beberapa tahun yang lalu satelit Indonesia harganya lebih mahal daripada satelit asing, dan sekarang harganya malah bersaing," ujar Tonda. "Sebaiknya hal ini (mahalnya tarif internet-red) ditanyakan kepada operator jaringan fiber optik yang sudah duluan memegang lisensi international link," tambahnya pada detikINET, Senin (11/12/2006). Berbicara soal landing right, Tonda berpendapat izin landing right baik untuk kabel maupun satelit, tetap harus ada. "Karena dengan adanya izin tersebut, maka pemerintah jadi tahu berapa besar pasar dan trafik Indonesia, serta dapat memonitor dan mengendalikan trafik dan data tersebut," jelasnya.Tambah SatelitTonda menyarankan pemerintah agar menambah jumlah satelit dan transponder, untuk memenuhi kebutuhan transponder yang diperkirakan terus bertambah. Menurutnya, Indonesia saat ini menyewa sekitar 40 transponder ke satelit asing karena persediaannya di dalam negeri sudah hampir penuh."Dengan kondisi ini, Indonesia perlu tambah satelit dan lakukan optimalisasi slot orbit yang sekarang ini belum optimal dan kembangkan slot baru," tandasnya.Menurut dia, iklim kompetisi satelit yang fair dapat terbentuk selama ada perlakuan yang sama mengenai pajak dan perizinan, adanya equal level playing field, serta ditegakkannya Peraturan Menteri Kominfo No. 13/2005 tentang satelit. (nks/nks)







Hide Ads