Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ke Jepang, Sewa Ponsel Agar Tetap Kring

Ke Jepang, Sewa Ponsel Agar Tetap Kring


- detikInet

Tokyo - Ada 'ritual' khusus yang harus dilakukan orang awak saat berkunjung ke Jepang. Menyewa ponsel adalah salah satu alternatif supaya bisa tetap bertelepon ria.'Ritual' menyewa ponsel harus dilakukan bagi orang Indonesia yang hanya menggunakan ponsel GSM. Saat berada di Jepang, ponsel yang kita bawa dari Indonesia bakal tak berguna mengingat satu-satunya jaringan telekomunikasi yang digunakan adalah CDMA. Bagi yang memiliki ponsel dengan fasilitas roaming GSM melalui jaringan WCDMA, hal ini tentu tidak menyulitkan. Ponsel -- seperti Motorola E1000 atau C975 -- langsung bisa digunakan tanpa perlu setting khusus.Jika tidak, menyewa ponsel bisa jadi salah satu alternatif agar bisa tetap berkomunikasi. Seperti yang dialami wartawan detikcom Nurul Qomariah, yang bersama-sama wartawan lain pekan lalu datang ke Jepang untuk mengikuti rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rombongan terpaksa mengandalkan jasa hotel yang menyewakan ponsel CDMA, meski biaya sewanya terbilang mahal.Untuk bisa menyewa ponsel, kita harus menyerahkan jaminan berupa uang sebesar 20.000 yen atau sekitar Rp 1,6 juta, atau kita bisa memberikan fotokopi kartu kredit. Biaya sewanya mencapai 1.575 yen atau sekitar Rp 126.000 per hari. Sementara untuk pulsanya, sekitar 23 yen atau Rp 1.840 per 5 detik.Meski terbilang mahal, rombongan wartawan mau tak mau harus menyewa ponsel tersebut. Soalnya, alternatif lain yakni membeli kartu telepon juga lumayan mahal yakni sekitar US$ 100. Padahal telpon umum juga lumayan sulit ditemukan.Setelah di Jepang, rombongan kemudian bergerak ke Rusia. Di negeri beruang merah itu, ponsel dari Indonesia kembali bisa digunakan mengingat teknologi yang digunakan sama-sama GSM. Namun sedikit kendala ditemukan saat menggunakan jaringan GPRS, karena tidak bisa dinikmati dari sembarang wilayah. Di Rusia, jaringan GPRS hanya bisa dinikmati di beberapa wilayah seperti di bandara Vnukovo, Moskow. (nks/nks)






Hide Ads