Tunduk Perintah BRTI
Bakrie Telecom Patuhi Layanan Satu Kode Area
- detikInet
Jakarta -
PT Bakrie Telecom Tbk menyatakan akan mematuhi instruksi Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tentang penerapan satu kode area layanan sesuai Kepmenhub 35/2004 tentang penyelenggaraan jaringan tetap lokal tanpa kabel dengan mobilitas terbatas. Kebijakan penyesuaian layanan ini ditetapkan operator Esia tersebut terkait dengan peluncuran layanan Esia GoGo Oktober lalu dan surat BRTI tertanggal 2 dan 7 November 2006 yang menginstruksikan agar layanan tersebut dirubah sesuai aturan tersebut.Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom Tbk Rakhmat Junaidi, menganggap masukan yang diberikan BRTI sebagai bahan evaluasi perusahaan, terutama menyangkut penerapan satu kode area. Evaluasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan menerapkan secara ketat penggunaan nomor kartu Esia sesuai kode area yang dipilih pelanggan. "Untuk itu Bakrie Telecom telah mengirimkan surat konfirmasi pemenuhan permintaan BRTI yang telah diterima lembaga tersebut pada tanggal 29 November 2006," ujarnya dalam pernyataan tertulis kepada detikINET, Minggu (3/11/2006).Dengan demikian, seperti dicontohkan Rakhmat, pelanggan Esia yang bertempat tinggal di Bogor kini harus memiliki kartu Esia Bogor dan tidak bisa menggunakannya lagi di kota Jakarta seperti yang terjadi saat ini. Jika pelanggan tersebut bepergian ke Jakarta atau kota lainnya di Jawa Barat dan Banten, maka ia dapat meminta fasilitas Esia GoGo dengan mengirimkan sms ke ke 6060 untuk mendapatkan nomor sementara di kota tujuan, begitu pula sebaliknya."Selain itu, jika pelanggan Esia membutuhkan nomor baru sebagai nomor utama, maka Bakrie Telecom bersedia menukar kartu lamanya sesuai dengan kode area yang diinginkan," tukas Rakhmat.Persoalan kode area, diakuinya, memang menjadi fokus perhatian Bakrie Telecom untuk menanggapi surat BRTI yang memberikan penekanan tentang penerapan kode area pada fasilitas Esia GoGo. Pada surat tersebut BRTI mengharapkan Bakrie Telecom melakukan perubahan pada nomor asal yang hanya dapat difungsikan maksimum pada satu kode area layanan jaringan tetap lokal di kota asal.Disamping itu nomor temporer tidak dapat difungsikan di kota asal dan hanya dapat difungsikan maksimum pada satu kode area layanan di kota tujuan serta harus otomatis mati ketika pelanggan tersebut meninggalkan kota yang bersangkutan. "Call Forwarding pada saat yang sama hanya dapat diberlakukan dari nomor asal ke satu nomor temporer, telah dilakukan oleh Bakrie Telecom saat ini," ujar Rakhmat."Pada prinsipnya kami menginginkan setiap kebijakan Bakrie Telecom sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh regulator. Karena itu kami berupaya keras untuk memperbaiki dan menyesuaikan produk maupun layanan kami jika memang ditemukan penyimpangan ataupun ketidaksesuaian," tandasnya mengimbuhkan.Pada layanan Esia GoGo pelanggan Esia dimungkinkan untuk melakukan atau menerima percakapan telepon dan SMS di luar kode area yang dimiliki pelanggan tersebut tanpa harus mengganti kartu RUIM. Mengingat lisensi Bakrie Telecom baru boleh beroperasi di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten, maka dengan layanan ini, pelanggan Esia hanya bisa menikmati fasilitas Esia Go Go di kota tersebut saja.Dengan fasilitas itu, pelanggan Esia ditawarkan tarif hemat percakapan Rp 50 per menit ke sesama pengguna. Hal itu dimungkinkan karena Bakrie Telecom akan meneruskan jalur percakapan pelanggan (call forwarding) dengan menggunakan fasilitas teleponi (Voice Over Internet Protocol/VoIP) sesuai dengan lisensi ITKP yang dimilikinya. (rou)
(rou/rou)