'Butuh 5 Tahun bagi WiMAX Ancam 3G Asia'
- detikInet
Jakarta -
Dalam hal akses Internet bergerak di Asia Pasifik, standar WiMAX masih jauh bila disejajarkan dengan teknologi ponsel saat ini, meski sama-sama butuh investasi besar.Paling tidak, butuh lima tahun lagi bagi WiMAX untuk bisa menjadi ancaman serius teknologi seluler generasi ketiga (3G) di Asia Pasifik. Setidaknya demikian yang dikatakan Bryan Wang, analis In-Stat yang berbasis di Singapura.Korea Selatan (Korsel) misalnya, telah meluncurkan WiMAX mobile di beberapa area meski bukti memperlihatkan perkembangannya lambat.3G sendiri dinilai berkembang sangat pesat di Asia. Menurut prediksi Lenny Koay, analis dari perusahaan penelitian Frost & Sullivan, jumlah pelanggan 3G akan bertambah lebih dari 50% dari tahun 2005-2011. Jumlahnya diperkirakan mencapai 178 juta pelanggan pada akhir 2011."Di pasar seperti Hongkong, India, Taiwan dan Thailan, voice masih mendominasi dengan menyumbang lebih dari 90% total pendapatan seluler," jelas Koay.Menurut perkiraan perusahaan Strategy Analytics, secara global pengguna 3G mobile mencapai sepertiga dari 3 miliar pengguna pasar wireless hingga 2010.Di Korsel, raksasa elektronik Samsung tengah berupaya menggali untung dengan membuka pusat riset dan pabrik WiMAX di Cina. Samsung saat ini sedang mempromosikan WiBro, WiMax mobile versi Korea. Sedangkan komersialisasi layanan 3G-nya tertunda lebih dari 1 tahun."Wi-Fi merupakan salah satu model bisnis yang tidak sukses. Namun WiMAX saat ini sedang mengumpulkan 'kekuatan' dan diperkirakan bisa meraih 14 juta pelanggan pada 2011," papar Wang dalam pernyataan resminya yang dikutip detikINET dari Vnunet, Jumat (1/12/2006).Di lain sisi, menurut para peneliti di Frost & Sullivan, WiMAX berpeluang menguasai hampir 8 persen pasar 3G regional pada 2011. (dwn)
(dwn/dwn)