Munas APTIKOM
Bahas Minimnya Mahasiswa, e-Learning hingga Kurikulum
- detikInet
Bandung -
Tingkat daya saing bangsa Indonesia relatif menurun dibandingkan dengan negara-negara yang dahulu berada di belakang Indonesia. Kunci utama akselerasi percepatan pertumbuhan suatu bangsa terletak pada kualitas sumber daya manusia. Hal itulah yang menjadi salah satu sorotan dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), di Bandung, Jumat (24/11/2006).Munas dibuka oleh Ketua Panitia Munas Tri Kuntoro dari UGM dan dilanjutkan dengan pengantar oleh Aizirman Djusan, Kepala Badan Litbang Departemen Komunikasi dan Informatika. Munas APTIKOM yang dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi bidang Informatika dan Komputer se-Indonesia, mengusung tema Reposisi Peran dari Profesi Informatika dan Komputer di Indonesia.Beberapa komisi telah dibentuk, untuk mematangkan Cetak Biru SDM Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang akan dirumuskan pada hari terakhir Munas esok hari. Komisi tersebut adalah komisi organisasi, komisi kurikulum, komunikasi perencanaan program dan produk, komisi konten pembelajaran, dan komisi kerjasama.Pada hari pertama Munas, beberapa pemateri memberikan pengantar dalam format diskusi panel. Eko Indrajit (Ketua STIMIK Perbanas, Teddy Sukardi (Ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia), Marta Adi Darma (Microsoft Indonesia) dan Asep BK (Bapesitelda Jawa Barat) memberikan pandangannya tentang manfaat TIK bagi kemajuan masyarakat dan peran perguruan tinggi.Salah satu permasalahan yang akan dibahas oleh komisi terkait adalah semakin menurunnya jumlah mahasiswa di rata-rata perguruan tinggi, termasuk di bidang TIK. Beberapa kemungkinan bisa jadi menjadi penyebabnya, seperti tertulis dalam buku materi Munas. Apakah itu karena jumlah anak muda berkurang, ataukah lantaran bidang TIK sudah bisa diperoleh di bangku sekooah menengah kejuruan, ataupun karena kurang adanya jaminan bahwa lulusan perguruan tinggi bisa segera memperoleh pekerjaan. Isu lain yang akan dibahas dalam Munas kali ini adalah mengenai pemberdayaan proses belajar-mengajar dengan menggunakan metode e-learning. Keterkinian kurikulum juga menjadi sorotan yang serius, ketika perguruan tinggi dituntut mengambil peranan yang lebih signifikan dalam meningkatkan daya saing bangsa.
(donnybu/donnybu)