Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jika Berlebihan, Postel Akan Protes Jamming

Jika Berlebihan, Postel Akan Protes Jamming


- detikInet

Jakarta - Selama Presiden AS George W. Bush di Indonesia, akan terjadi pemblokiran sinyal ponsel (jamming) di area tertentu. Jika ternyata jamming berlebihan, Postel akan mengajukan protes.Demikian pernyataan resmi Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel), Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang disampaikan Kepala Bagian Umum dan Humas Postel, Gatot S. Dewa Broto. "Berlebihan itu misalnya, tiba-tiba Jakarta hingga Bogor semuanya ter-jamming. Sehingga aktivitas masyarakat terganggu," ujar Gatot kepada detikINET, Senin (20/11/2006).Jika hal itu terjadi, Gatot mengatakan Ditjen Postel Depkominfo melalui Deplu RI akan meminta klarifikasi dan nota keberatan secara resmi kepada Kedubes AS di Jakarta pada khususnya dan Pemerintah AS pada umumnya. "Sesuai dengan ketentuan ITU maka setiap negara sangat berhak atas teritori dan pengaturan penggunaan telekomunikasinya sendiri," ujar Gatot.Pemblokiran sinyal, ujar Gatot, merupakan prosedur baku pengamanan bagi kepala negara. Area yang terkena dampak jamming pun kemungkinan hanya sekitar kurang lebih 2 kilometer dari lokasi Bush. Dengan kata lain area pengamanan ring 1, 2, dan 3.Postel, lanjut Gatot, tidak pernah memerintahkan operator telekomunikasi untuk menghentikan layanan mereka pada jam-jam tertentu saat kunjungan Bush. Sedangkan jamming itu akan dilakukan melalui alat yang dibawa oleh pihak keamanan Amerika Serikat.Jamming yang dilakukan diperkirakan tak akan menggangu frekuensi yang digunakan aparat keamanan Indonesia. Sinyal OB-VAN untuk siaran televisi atau radio juga diduga tak akan terusik oleh jamming. (wicak/wicak)





Hide Ads