Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Speedy Unlimited Tunggu Pelanggan Banyak

Speedy Unlimited Tunggu Pelanggan Banyak


- detikInet

Jakarta - Telkom mengatakan akan terus mereview penurunan tarif layanan broadband Speedy. Jika jumlah pelanggan sudah banyak, bukannya tidak mungkin tarif Speedy dibuat tidak terbatas (unlimited).Direktur Utama Telkom, Arwin Rasyid mengungkapkan hal tersebut di acara peringatan 11 Tahun Telkom Go Public, yang berlangsung di hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (14/11/2006).Menurut Arwin, Telkom akan mengevaluasi tarif Speedy, mengingat berdasarkan hasil penelitian analis, potensi pertumbuhan broadband bisa tumbuh 200 sampai 300 persen. "Karena kecenderungan itu, Telkom akan mengevaluasi tarif Speedy. Nanti akan dibuat skema switch port Speedy untuk tarif unlimited," papar Arwin. "Kalau bisa, tarif Speedy Rp 250 ribu per bulan untuk yang unlimited. Masalah kapannya, diusahakan sesegera mungkin seiring dengan berbagai faktor pendukung seperti harga PC yang makin murah," ujarnya.Hal senada juga disampaikan Guntur Siregar, Direktur Consumer Market Telkom saat berbincang dengan detikINET. Dijelaskan Guntur, diskon tarif 50% selama tiga bulan yang digelar Telkom dalam program Formula 5, merupakan upaya untuk menambah jumlah pelanggan. Nantinya, jika pelanggan sudah banyak, tarif akan dapat diturunkan."Diskon 50 persen itu cuma marketing gimmick untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Soal penurunan tarif, akan kita review lagi selama tiga bulan ini," ujar Guntur. "Kalau pengguna sudah banyak, tarif akan turun," imbuhnya.Jumlah pelanggan Speedy, menurut Guntur, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. "Antusiasme Speedy sangat tinggi. Sampai akhir Oktober pelanggan Speedy mencapai 68.000 pelanggan, per hari ini jumlahnya mencapai 72.000 pelanggan," paparnya.Sampai akhir tahun, Telkom menargetkan jumlah pelanggan Speedy mencapai 100.000 pelanggan. Menurut Guntur, perkembangan Speedy harus sejalan dengan tingkat kepemilikan komputer (PC). "Kalau market sudah banyak yang punya PC, otomatis permintaan akan layanan internet murah juga meningkat. Hal ini sinergis beserta pertumbuhan konten," papar Guntur. (ketepi/ketepi)





Hide Ads