Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Seluler Terlampaui, Target Pontap Optimistis Tercapai

Seluler Terlampaui, Target Pontap Optimistis Tercapai


- detikInet

Jakarta - Target teledensitas layanan seluler sebesar 20% telah terlampaui. Pemerintah pun optimistis target teledensitas telepon tetap (pontap) sebesar 13% pada 2009 bakal tercapai. Hal itu diungkap Direktur Telekomunikasi Ditjen Postel Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Budi Santoso. Ia mengaku optimistis target teledensitas pontap bakal tercapai sesuai rencana jangka panjang (RJP) Bappenas. Meskipun hingga hari ini, Selasa (7/11/2006), pencapaian target baru terealisasi 6% atau sekitar 14 juta pelanggan."Perkembangan Telkom dengan Flexi-nya, Indosat dengan StarOne-nya, serta Bakrie Telecom dengan Esia-nya, semuanya begitu cepat dan gencar sekali memasarkan produknya. Dengan sisa waktu yang ada kami optimis target akan tercapai," kata Budi saat ditemui belum lama ini di kantornya.Berbeda dengan kondisi telepon tetap, menurutnya, perkembangan telepon bergerak seluler telah melebihi target. Target teledensitas seluler sebesar 20% telah terlampaui, dan kini sudah mencapai lebih dari 22%.Dijelaskan, pertumbuhan jumlah telepon tetap akan didorong oleh perkembangan telepon jenis fixed wireless acces (FWA). Ini terjadi menyusul tingginya biaya investasi layanan telepon tanpa kabel ini dibandingkan telepon kabel.Β Β Β Β Biaya pembangunan telepon tanpa kabel semakin menurun, bahkan telah menyentuh harga US$ 7 per satuan sambungan. Hal itu dilihat berdasarkan hasil tender produk telepon nirkabel Telkom Flexi per 19 Oktober 2006. Sementara, biaya pembangunan telepon kabel masih mencapai US$ 100-200 per satuan sambungan telepon (sst). Kondisi di LapanganDari sisi pelanggan di 2006 ini, menurut VP Public & Marketing Communication Telkom, Muhammad Awaluddin, Flexi menargetkan 4 juta pelanggan. Saat ini, perseroan itu telah membukukan sekitar 3,7 juta pelanggan, meski di tengah kendala perpindahan frekuensi yang menimpa area Jakarta dan Banten. Berdasarkan data yang diungkap Dirut Telkom Arwin Rasyid belum lama ini, pertumbuhan pelanggan Flexi tahun ini tidak sepesat tahun sebelumnya. Hal itu menyusul kebijakan perpindahan frekuensi tersebut. Namun, setelah perpindahan frekuensi area Jakarta siap menggandakan pertumbuhan Flexi.Sedangkan operator fixed wireless acces lainnya, Bakrie Telecom, juga cukup agresif memasarkan poduknya. Tahun ini, perseroan dengan produk unggulan Esia telah merevisi target pelanggan dari 1,3 juta menjadi 1,5 juta.Demikian juga, PT Indosat Tbk melalui produk prabayar Jagoan dan Star One pascabayar berupaya merealisasikan target penjualan pada 22 kota di Indonesia. Baru-baru ini, perseroan telah hadir di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namun demikian, perkembangan layanan FWA Indosat dan Bakrie Telecom juga masih menghadapi kendala, sebagai dampak kebijakan perpindahan frekuensi. Kedua perseroan itu masih belum bisa menyelesaikan kerjasama dengan pola Virtual Network Operator (MVNO). Selain itu, mereka juga masih menghadapi ganjalan masalah interkoneksi.Masalah frekuensi dan interoneksi pada kedua perseroan ini diharap dapat segera dirampungkan, sehingga keduanya bisa menopang Telkom dalam merealisasikan target rencana jangka panjang Bappenas. (rou) (rouzni/rouzni)







Hide Ads