'Gusuran 3G', Frekuensi Wireless Indonesia Dicabut

'Gusuran 3G', Frekuensi Wireless Indonesia Dicabut

- detikInet
Selasa, 31 Okt 2006 19:55 WIB
Jakarta - Frekuensi yang tadinya digunakan PT Wireless Indonesia (WIN) akhirnya dicabut oleh pemerintah. Sebelumnya WIN terkena dampak 'gusuran 3G' dan harus membayar BHP (Biaya Hak Penggunaan) Frekuensi setara operator 3G. Hal itu dikemukakan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Hery Nugroho saat ditemui wartawan di Kantor BRTI, Selasa (31/10/2006). Sebelumnya WIN menggunakan frekuensi yang termasuk dalam pita yang akan digunakan untuk telekomunikasi seluler generasi ketiga. Seperti halnya Telkom Flexi dan Indosat StarOne (wilayah Jakarta-Banten), WIN merupakan pihak yang terkena 'gusuran 3G'. Yakni sebuah upaya memperbaiki pengaturan frekuensi pada pita 2 GHz.Kini, WIN diberikan alokasi frekuensi baru dan mendapatkan kompensasi berupa penambahan kanal. Jika sebelumnya WIN memiliki 3 kanal, kanal yang bisa digunakan WIN bertambah menjadi 5 kanal. Selain itu, dengan dicabutnya frekuensi yang lama serta dialokasikannya frekuensi baru, WIN tidak lagi wajib membayar BHP frekuensi 3G. WIN, yang dimiliki grup Sinar Mas, dikabarkan dalam proses merger dengan operator Primasel (I-Fon). Perusahaan baru yang dibentuk konon akan bernama PT Indoprima Mikroselindo dengan mayoritas saham masih dikuasai Sinar Mas. Sebelum ini Sinar Mas juga telah berupaya membeli saham Mobile-8. Saat dihubungi detikINET, Presiden Komisaris Primasel Handoko Tanuadji belum bisa berkomentar.

(wicak/wicak)