Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkomsel Tingkatkan Kapasitas Jaringan Arus Mudik

Telkomsel Tingkatkan Kapasitas Jaringan Arus Mudik


- detikInet

Jakarta - Telkomsel meningkatkan kapasitas jaringannya untuk melayani arus mudik mulai dari Sumatera Utara, Pulau Jawa, hingga Bali dengan mengimplementasikan teknologi Enhanced Full Rate (EFR). Direktur Utama PT Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan, dengan teknologi EFR tersebut kapasitas penanganan trafik komunikasi dapat ditingkatkan menjadi dua kali lipat. "Jangkauan kami saat ini telah mencapai seluruh kecamatan dengan dukungan 14.000 BTS (Base Transceiver Station -red) secara nasional. Dan khusus di sepanjang jalur mudik Jawa-Bali dilayani sekitar 7.500 BTS," kata Kiskenda yang dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (15/10/2006).Dari hasil perjalanannya di sepanjang jalur mudik Jakarta-Semarang, Kiskenda mengaku kualitas sinyal Telkomsel nyaris tidak ada blank spot. Hal itu, lanjut Kiskenda, berkat ditingkatkannya kontinuitas komunikasi (call completion rate) secara nasional hingga 99,45%. Perjalanan tersebut khusus dilakukan untuk memeriksa kualitas sinyal, dengan menggunakan alat khusus Drive Test dan Monitoring Radio Cellular Performance.Khusus menghadapi arus mudik di Pulau Jawa dan Bali, lanjutnya, ketersediaan Visitor Location Register (VLR) ditingkatkan sebesar 35-40% menjadi 25 juta VLR. Sedangkan secara nasional, kapasitas VLR ditingkatkan menjadi 45 juta. VLR merupakan indikator untuk menunjukkan kecukupan kapasitas daya tampung pelanggan pada satu daerah.Kiskenda memperkirakan trafik komunikasi saat mudik dan hari Lebaran nanti tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, yakni terjadi peningkatan sebesar 40% ketimbang hari biasa.Sedangkan untuk SMS, diperkirakan akan terjadi kenaikan 2,5-3 kali dibanding hari biasa yang mencapai 90 juta SMS per hari. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ujar Kiskenda, Telkomsel telah menambah kapasitas SMS Center-nya menjadi 14.500 SMS per detik atau sama dengan melayani 1,2 miliar SMS per hari.Untuk sentral komunikasi seluler, Telkomsel juga menambah Mobile Switching Center (MSC) dari 71 buah menjadi 85 buah. Sementara itu, stasiun untuk mengkoordinasikan beberapa BTS sekaligus, Base Station Controller (BSC), juga ditambah dari 245 jadi 351 BSC.'Pembekuan' JaringanMemasuki H-4 mudik atau mulai Jumat (20/10/2006) hingga akhir Oktober ini, Telkomsel akan menerapkan kondisi freeze network untuk jaringan yang melayani jalur mudik mulai dari Sumatera Utara, Pulau Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.VP Network Operation Telkomsel Venusiana Papasi, menjelaskan freeze network merupakan suatu kondisi dimana jaringan telah mencapai konfigurasi sempurna untuk menghasilkan sinyal berkualitas.Pada kondisi freeze network, menurutnya, optimisasi jaringan atau menambah BTS baru tidak diizinkan untuk dilakukan karena dapat menganggu jaringan."Pada 16 Oktober semua proses optimisasi sudah harus selesai. Menjelang H-4 akan dilakukan konfigurasi agar sesuai jadwal semua selesai," jelas Venus saat pemaparan hasil Drive Test Siaga.Dari hasil Drive Test untuk jalur Pantura, ia menjelaskan, masih terdapat beberapa titik yang harus diperbaiki, seperti Losari, Babad Tuban, atau Bojonegoro. Di sepanjang Pantura Telkomsel memiliki 605 BTS.Pada lokasi tersebut sinyal yang diterima sangat kurang, begitu juga dengan Speech Quality Index (SQI) yang berada pada level 0-10. SQI adalah pengukuran kualitas suara untuk berkomunikasi, SQI terbaik adalah pada level 17-32.Penyebab hal itu, menurut Venus, karena adanya BTS yang belum menyala, kondisi geografis, atau optimisasi belum dilakukan. "Untuk mengatasi kendala geografis kami akan memasang Combat (mobile BTS). Jika dibandingkan dengan tahun lalu, performa jaringan di Jawa telah meningkat pesat," tandasnya. (rou) (rouzni/rouzni)





Hide Ads