Jalur 'Huawei' atau 'Alcatel' ?
Speedy Lemot, Trader Valas Merugi
- detikInet
Jakarta -
Layanan Speedy Telkom sebenarnya menjadi andalan banyak pelanggan untuk memuluskan proses bisnis. Apalagi untuk bisnis yang memang membutuhkan akses Internet. Tapi dengan layanan yang tengah memburuk saat ini, pelanggan pun mulai berhati-hati.Setidaknya, kehati-hatian itu perlu bagi seorang trader valas seperti yang dialami Arie Havani. Arie yang bekerja pada sebuah trader valas di Internet, nyaris mengalami kerugian besar."Pengalaman saya yang paling pahit adalah saat melakukan transaksi order, pada saat Speedy berulah. Padahal pengambilan keputusan buy atau loss sangat bergantung pada kecepatan koneksi saat itu," ungkapnya.Walhasil, seperti dituturkannya, dirinya pun mengalami loss dengan jumlah yang menurutnya lumayan membuat gondog. "Entah apa yang akan terjadi jika saat itu saya tidak memasang stop loss. Kerugian bisa jauh lebih besar lagi," kenangnya tanpa mau menyebutkan detil angka kerugiannya saat itu.Cari AlternatifSejumlah pebisnis atau perkantoran yang menggunakan Speedy yang mulai jengah, terus meluncurkan e-mail komplen melalui e-mail redaksi[at]detikINET.com, hingga Kamis (5/10/2006).Martin Jusuf misalnya, pelanggan bernomor 121510100xxx. Dirinya berlangganan 2 line Speedy. Secara bergiliran, kedua line tersebut sempat mati bergiliran antara tanggal 4 - 5 Oktober 2006."Bahkan pada tanggal 4 Oktober 2006 sore hari sekitar pukul 3 sore, kedua line saya mati total, tidak bisa internet sama sekali," ujarnya kesal. "Padahal," lanjutnya, "bisnis saya membutuhkan internet untuk berkomunikasi."Akhirnya, saat ini dirinya sedang mencari alternatif layanan Internet. "Saya sedang mencari ISP wireless saja. Ternyata nama besar (Telkom) bukan jaminan ya," ujarnya.Ganti JalurNasib apes pengguna layanan Speedy tak hanya dialami oleh mereka yang berlangganan ritel. Bahkan yang termasuk pelanggan kelas kakap, pun bisa saja "terperangkap" buruknya layanan Speedy.Sebutlah Rusmin Ten, yang perusahaannya rajin menyetor ke kantung Telkom sebesar Rp 50 juta per bulan untuk beberapa layanan yang digunakan, termasuk Speedy salah satunya.Karena termasuk pelanggan kelas kakap, maka disediakan kontak khusus di Telkom yang disebut dengan Account Manager (AM). "Kepada AM tersebut sering saya keluhkan masalah Speedy, dan beliau menjawab supaya ditunggu saja," ujar RusminBahkan e-mail komplen yang sempat dikirimkannya pada bulan Juli lalu ke penyelenggara Speedy tak kunjung berbalas. Salah satu isi e-mail komplen tersebut adalah tak kunjung terdownloadnya e-mail yang berisi attachment dari mitra kerjanya di Malaysia."Belum lagi kalau mau browsing. Saya punya account Yahoo mail, dulu saya masih bisa baca e-mail, sekarang setelah e-mail di-klik saya masih bisa ke WC, e-mail masih belum selesai tampil di layar setelah saya kembali," tulisnya dalam e-mail ketika itu.Nah, kemudian atas usulan AM-nya, kantor Rusmin yang berlokasi di STO Pasar Kemis Tangerang, kini telah beralih jalur dari "Alcatel" ke jalur baru "Huawei". "Hampir 2 minggu saya sudah memakai Speedy (jalur) Huawei dan hasilnya cukup memuaskan," tandasnya. (dbu)
(donnybu/donnybu)