Telkom Undang Terbuka Tender BTS Flexi
- detikInet
Jakarta -
PT Telkom Tbk akan menambah jumlah peserta tender pembangunan pemancar Base Transceiver Station (BTS) Telkom Flexi, dari sebelumnya tiga perusahaan menjadi menjadi sepuluh perusahaan."Telkom akan membuka kembali tender BTS pada awal Oktober 2006. Tender juga terbuka bagi untuk perusahaan lain yang ingin memberi penawaran," kata Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng, usai berbuka puasa bersama di Club Merchantile WTC Jakarta, Rabu malam, (27/9/2006).Ia mengatakan, sudah ada lima perusahaan penyedia jaringan (vendor) yang diundang tender, yakni ZTE Corp, Huawei, Samsung, Motorola, dan Lucent Technologies."Kelima perusahaan itu sudah submit (mengirimkan -red) dokumen penawaran. Jadi tinggal menunggu proses lelang dalam waktu dua pekan," katanya. Seperti diketahui, Telkom pada Agustus 2006 sudah membuka tender pembangunan 1.000 unit BTS Flexi untuk wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Banten, dan sejumlah wilayah di Jawa Barat. Pada tender pertama, hanya ZTE, Huawei, dan Samsung yang mengajukan penawaran.Namun, tanpa alasan yang jelas, Huawei dan Samsung mengundurkan diri. Akibatnya, karena menyisakan satu perusahaan yakni ZTE, maka Telkom memutuskan menunda tender hingga batas waktu yang tidak ditentukan.Tanri sendiri mengaku tidak tahu-menahu mengapa tender BTS Flexi itu tertunda. Terkait tertundanya tender tersebut, sempat beredar surat palsu yang mengatasnamakan Kementerian BUMN agar proses tender dapat dilanjutkan dan ditangani salah perusahaan tertentu."Saya tidak tahu mengapa (tender) tertunda. Saya juga tidak tahu soal surat palsu tersebut," ujar Tanri. Ia juga menandaskan, tertundanya tender bukan karena adanya penyelewengan atau ketidaktransparanan di lingkungan Telkom. "Penundaan tender hanya sebuah proses saja, dan tender nanti akan berjalan normal sesuai ketentuan dan semua perserta diperlakukan sama."Terkait surat palsu yang beredar, ujar Tanri, hal-hal seperti itu tidak terlalu berdampak pada proses tender. "Kalau qualified ya qualified, kalau tidak ya tidak," katanya. Tender itu, lanjutnya, sangat penting karena Telkom harus segera menyelesaikan pembangunan BTS itu agar layanan Telkom Flexi di tiga provinsi dapat segera bermigrasi dari frekuensi 1.900 Mhz ke 800 Mhz pada akhir 2007. (rou)
(annisa/annisa)