Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Tarif Telekomunikasi Indonesia Termahal Kedua di Asia Pasifik'

'Tarif Telekomunikasi Indonesia Termahal Kedua di Asia Pasifik'


- detikInet

Jakarta - Mahalnya harga bandwidth dan rendahnya kecepatan yang ditawarkan, membuat penetrasi telekomunikasi terhambat. Alhasil, pengguna di Indonesia mendapatkan layanan yang kurang memadai dengan harga termahal kedua di Asia Pasifik.Dalam keterangan tetulis yang dikutip detikINET, Senin (18/9/2006), dengan menggelar teknologi jaringan pita lebar yang lazim disebut Wimax, Chief Technical Officer Alcatel Indonesia Dirk Wolter meyakini kebutuhan telekomunikasi akan terpenuhi dan tarif akan cenderung menurun.Dirk memaparkan bahwa pendapatan rata-rata penyedia layanan jaringan pita lebar dari tiap penggunanya sebesar US$ 42 atau sekitar Rp 380 ribu per bulan.Pemasukan itu dianggapnya tidak sebanding dengan layanan yang diterima pelanggan. Dengan kisaran bandwidth 384-512 kbps, lanjutnya, kecepatan yang disediakan terbilang lambat."Itu yang membuat penetrasi untuk mengurangi teledensitas tak kunjung membaik dan menyebabkan tarif telekomunikasi di Indonesia nomor dua termahal di Asia Pasifik," jelasnya di Gedung Telkom Risti, Bandung, akhir pekan lalu.Menurutnya, negara yang mengenakan tarif termahal di kawasan itu ialah Australia. Duduk di peringkat ketiga ialah New Zealand.Wimax sendiri merupakan teknologi transmisi data internet tanpa kabel yang memiliki jangkauan hingga 50 km, atau sekitar 17 kali lipat dibandingkan Wi-fi sehingga bisa menghemat infrastruktur base station secara signifikan.Alcatel, menurut Dirk, merupakan pemasok jaringan serat optik bawah laut untuk PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, dan PT Excelcomindo Pratama TBK (XL). Selain itu, perusahaan yang tak lagi menjual ponsel ini turut memasok perangkat jaringan XL di wilayah Jakarta. (rou) (wicak/)






Hide Ads