Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Situs 'Vampir' Dituding Sebabkan Pembunuhan

Situs 'Vampir' Dituding Sebabkan Pembunuhan


- detikInet

Jakarta - Situs komunitas gothic VampireFreaks.com dituding memicu aksi penembakan yang dilakukan salah satu anggotanya. Pengelola situs dengan tegas membantah. Di Dawson College, sebuah kampus di kota Montreal, Kanada, seorang pemuda melepaskan tembakan membabi-buta. Aksi brutal itu merenggut nyawa seorang mahasiswi, menempatkan empat orang dalam kondisi kritis di Rumah Sakit, dan melukai lusinan orang lain. Aksi itu dilakukan oleh seorang pemuda bernama Kimveer Gill. Pada akhir aksinya, Gill terlibat baku tembak dengan polisi dan akhirnya menembak dirinya sendiri. Dua jam sebelum melakukan aksinya, Gill sempat menulis dalam situs VampireFreaks.com. Situs itu adalah forum komunitas gothic online. Komunitas gothic dicirikan dengan pakaian yang serba gelap. Biasanya dilengkapi dengan aksesoris seperti korset, sepatu boot, dan penutup lengan. Komunitas ini kerap menggunakan riasan wajah pucat dengan aksen hitam di sekitar mata atau sebagai pemulas bibir. Segera setelah terungkap bahwa Gill anggota situs tersebut, muncul spekulasi keterkaitan VampireFreaks.com dengan pembunuhan yang dilakukan Gill. Beberapa foto Gill di situs itu memang menampilkan dirinya sedang berpose dengan senjata api. Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper, menyatakan kebingungannya soal peristiwa tragis itu. Ia pun menyebut ada kebimbangan antara kebebasan berpendapat dengan situs semacam VampireFreaks.com. Pemilik Situs MembantahPemilik situs tersebut, seorang warga Amerika Serikat yang memakai nama Jet, menolak tudingan itu. "Hanya karena ada seseorang yang melakukan penembakan, lalu ia juga anggota VampireFreaks bukan berarti ia terpengaruh oleh situs ini," ujarnya dalam pesan di VampireFreaks.com yang dikutip detikINET, Jumat (15/09/2006). "Komunitas goth bersifat ramah, bersahabat, dan anti kekerasan. Kami mendukung anggota kami dan tidak menyetujui kegiatan ilegal apapun," Jet menambahkan. Situs itu memberi batas umur di atas 13 tahun bagi anggotanya. Foto-foto yang terlalu 'ngeri', berdarah-darah, atau menyinggung juga dilarang di situs tersebut. Namun, menurut pemberitaan Reuters yang dikutip detikINET Jumat (15/09/2006), situs itu telah beberapa kali dihubungkan dengan aksi kekerasan. Sebuah pengadilan di Toronto tahun 2005 mengadili seorang pria yang dituduh membunuh adiknya dan berusaha membunuh ayah tirinya. Konon pacar sang tertuduh adalah anggota situs itu. Kemudian, April 2006 lalu, seorang pria (23 tahun) dan pacarnya (12) dituduh melakukan pembunuhan terhadap sebuah keluarga di daerah Alberta, Kanada. Mereka pun disebut sebagai anggota VampireFreaks. Kebetulan? (wsh) (wicak/)







Hide Ads