6 Finalis Lolos ke Final Imagine Cup
- detikInet
Jakarta -
Enam finalis berhasil lolos ke final untuk memenangkan kontes teknologi Imagine Cup yang diselenggarakan Microsoft. Lomba yang diselenggarakan di Agra, India ini ditujukan untuk penggunaan teknologi di bidang kesehatan.Peserta dalam lomba ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari berbagai sekolah di seluruh dunia. Sedangkan keenam finalis yang lolos ke final itu berasal dari Brasil, Cina, Denmark, Italia, Jepang dan Norwegia. Pemenang dari kontes ini nantinya akan membawa pulang hadiah total senilai US$ 125.000 (US$ 1 = Rp 9.081 Sumber: detikcom) yang terbagi dalam enam kategori. Penilaian yang diambil dalam lomba ini meliputi faktor kreatifitas dan ide yang orisinil dari masing-masing tim. Ide yang dihasilkan dari lomba ini beragam jenisnya, sebagian fokus untuk menciptakan suatu alat yang mengkombinasikan sistem komunikasi yang diterapkan pada alat kesehatan. "Ini bukan hanya sekedar fiksi ilmiah, saya pikir sebagian besar dari proyek tersebut akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat," tutur Mehmet Nuri Cankaya, selaku juri kontes sekaligus Direktur Manajer dari Turkes's Natron Institute of Technology dan dikutip detikINET dari AFP, Jumat (11/08/06). Tim Denmark mengesankan juri dengan membuat alat yang yang disebut rumah sakit interaktif, yang dapat membantu dalam mengkoordinasikan pekerjaan yang kompleks. Sementara itu Italia, membuat sistem yang dapat memudahkan dokter dalam mendapatkan informasi dari pasien yang mengalami penyakit stres atau kehilangan ingatan. Menurut Microsoft, acara ini bisa memberikan para siswa kesempatan untuk mengembangkan kreatifitas mereka. Tahun lalu tim dari Yunani menggondol hadiah senilai US$ 640.000, dengan menghasilkan suatu alat yang dapat mengubah bahasa tubuh ke dalam suatu kata-kata. Meskipun Microsoft merupakan sponsor utama lomba ini, tetapi mereka tidak mendapatkan lisensi atas setiap alat yang diciptakan selama lomba ini berlangsung. Indonesia sendiri yang diwakili oleh tim Gatot Kaca mengalami kegagalan menembus babak final, padahal sebelumnya mereka menargetkan dapat menembus peringkat tiga besar.(ash)
(dewidya/)