SMS BMG Pakai 2303, Selain Itu Palsu!
- detikInet
Jakarta -
Pesan adanya bencana lewat SMS riskan manipulasi. BMG memastikan hanya pesan dari nomor 2303 yang bisa dipercaya. Jika ada nomor lain, pesan itu bukan dari BMG alias palsu."Kalau dari kami itu memakai short number 2303, di luar itu pasti bukan dari BMG," tegas Kepala Bidang Gempa Bumi BMG Suhardjono kepada detikcom di kantornya, Jalan Angkasa 1, Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/7/2006).Ke depannya, untuk memastikan pesan itu otentik, BMG akan memasang logonya atau tanda spesifik lainnya. SMS itu dihargai sesuai harga provider antara Rp 350-Rp 500. Saat ini, imbuh Suhardjono, BMG telah menjajaki kerjasama dengan pihak polisi dan TNI untuk dapat menyebarluaskan informasi gempa lewat jaringan internal mereka. "Jadi kami cukup menyebarkan pada satu nomor, Panglima (TNI) misalkan, kemudian bisa mereka teruskan hingga sampai Polsek. Itu kan lewat jaringan," katanya.BMG kini tengah menyiapkan surat permintaan nomor telepon seluler dan fax kepada bupati atau walikota se-Indonesia agar proses penyebaran SMS bisa berjalan lancar.Soal misinformasi yang beredar di masyarakat, Suhardjono mengatakan, BMG sudah melaporkannya kepada polisi untuk menindaklanjutinya.Mengenai peringatan dini bencana, Suhardjono juga mengungkapkan, pukul 10.00 WIB pagi tadi, Menkominfo Sofyan Djalil telah mengumpulkan seluruh redaksi TV dan radio. Pertemuan membahas breaking news jika ada gempa."Kami hanya membahas content seperti apa isi siaran gempa itu," kata Suhardjono. Untuk mengonfirmasi apakah sebuah SMS isu gempa atau tsunami yang diterima benar atau tidak, masyarakat bisa langsung menelepon hotline BMG di (021) 424 6321 atau (021) 654 6316.(umi)
(ketepi/)