Panitia Apricot Ingin Pemda Jamin Keamanan Peserta
- detikInet
Jakarta -
Panitia Apricot 2007 masih punya tiga PR yang menggantung. Salah satunya, jaminan keamanan bagi peserta dari Pemerintah Daerah. Hal itu dikemukakan Sylvia W. Sumarlin, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan chair bidang treasury Apricot 2007, yang ditemui detikINET di sela-sela acara Apricot 2007 Gathering di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (19/07/2006). Sylvia mengatakan ada tiga pekerjaan rumah (PR) panitia Apricot yang masih menggantung. "Pertama kami butuhkan persiapan materi lokal, contohnya regulasi, Wimax, VoIP, atau IPv6. Untuk hal-hal itu kan diskusinya belum matang," ujar Sylvia. Hal yang kedua, ujarnya, adalah soal kemanan. Sylvia mengatakan event Apricot akan menghadirkan 600 peserta internasional selama 10 hari. "Dari pemerintah daerah bagaimana? Bagaimana keamanannya?" tukasnya. Dari sisi administrasi dan kesiapan, kata Sylvia, sudah baku dari Apricot sehingga sudah cukup siap. Namun soal penjadwalan masih ada yang mengganjal. "Untuk materi lokal dibatasi delapan kelas. Jadi ada delapan materi yang harus disiapkan. Sementara kita juga harus datang kelas internasional, nah bagaimana mengatur waktunya?" tutur Sylvia. Kebutuhan dana untuk Apricot 2007 mencapai US$ 700 ribu. Menurut Sylvia itu merupakan angka yang relatif kecil untuk kegiatan sekelas Apricot. Acara serupa, ujarnya, bisa mencapai US$ 2-3 juta. "Dana itu salah satunya sudah termasuk untuk program fellowship, yakni semacam beasiswa bagi yang memiliki potensi. Mulai sekarang, bagi pihak yang mau mendapatkan beasiswa itu bisa mengajukan diri langsung ke Apricot," tutur Sylvia. Beberapa sponsor tercatat akan mendukung Apricot 2007. Ini termasuk Telkom, Indosat M2, Excelcomindo Pratama, PT Broadband Multimedia, Navini Network, Cisco, Airspan Network, Mitzmara, dan Equinix. (wsh)
(wicak/)