Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
<i>Ngebut</i> di 22 Kota
Speedy Kejar 400 Ribu Pelanggan per Tahun
<i>Ngebut</i> di 22 Kota

Speedy Kejar 400 Ribu Pelanggan per Tahun


- detikInet

Jakarta - Telkom makin getol menggenjot koneksi internet Assymetric Digital Subscriber Line (ADSL) Telkom Speedy. Luncur di 22 kota, program itu diharapkan meraup 400.000 pelanggan baru per tahun. Target itu cukup muluk jika dibandingkan kondisi saat ini. Hingga Mei 2006 Speedy 'baru' mencatatkan 43.168 Satuan Sambungan Layanan (SSL) Speedy di Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Untuk mencapai target muluk itu, hari Rabu (05/07/2006) Telkom meresmikan peluncuran Speedy di 22 kota di Indonesia. Ini meliputi kota-kota yang tersebar di tujuh Divisi Regional (Divre). Lengkapnya kota yang dijangkau Speedy itu adalah: Divre I (Medan,Batam, Palembang); Divre II (Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang); Divre III (Bandung, Cirebon); Divre IV (Semarang, Jogja, Solo); Divre V (Surabaya, Malang, Madiun, Jember); Divre VI (Balikpapan, Pontianak, Samarinda); dan Divre VII (Makassar, Denpasar, Manado). Jika target tercapai, diperkirakan pada 2006 Telkom akan memperoleh tambahan 200.000 SSL Speedy. Selanjutnya, Telkom menargetkan pertambahan 400 ribu per tahun mulai 2007. Dirut Telkom Arwin Rasyid mengatakan, untuk 22 kota tersebut Telkom telah melakukan perbaikan jaringan Telkom Speedy. "Speedy bekerja pada jaringan tembaga yang ada. Bisa jadi ada jaringan yang sudah tua," Arwin menjelaskan alasan perbaikannya. Selain kualitas tembaga, Speedy dipengaruhi oleh jarak dari core ke end user. "Maksimal 5 Kilometer," ujar Arwin.Selain itu Telkom pun menggunakan core yang berbeda. "Yang ada sekarang menggunakan Siemens dan Alcatel. Sekarang kita luncurkan yang baru, yang lebih baik, pakai Huawei dan ZTE," ujar Abdul Haris, Direktur Network Telkom. Selain memperbaiki jaringan Telkom juga akan memperbaiki koneksi internasional serta layanan customer care mereka. Telkom juga menempatkan site engineer di 22 kota. Jumlah pelanggan Telkom Speedy, pada akhir 2005 lalu, mencapai 30.662 SSL. Sedangkan, Average Revenue per Unit Speedy sampai Mei 2006 mencapai Rp 498.000 untuk jumlah pelanggan 43.168 SSL. (wsh) (wicak/)







Hide Ads