'e-Learning Terhambat Mahalnya Pulsa Internet'
- detikInet
Yogyakarta -
Biaya pulsa internet untuk implementasi e-learning dirasa masih mahal. Diharapkan pemerintah bisa membiayai e-learning melalui Anggaran Pendapatan Biasa Sekolah (APBS) di tiap kabupaten kota.Hal ini disampaikan Rachmadi, Kepala Bidang Pendidikan Tinggi Propinsi DIY, di sela-sela acara peresmian "Apprenticeship Program" yang digelar di Graha XL, Jln. Mangkubumi Jogja, Senin (12/6/2006).Jogja saat ini sedang merintis e-learning dalam rangka program teknologi informasi (TI) di sekolah. Namun masih mahalnya biaya pulsa Internet, menjadi salah satu penghambat berkembangnya e-learning."Biaya implementasi e-learning tidak mungkin dibiayai proyek sehingga diharapkan bisa dibiayai dari APBS," ujarnya.Menurut Rachmadi, CD paket pembelajaran e-learning saat ini sedang digarap di Dinas Pendidikan, di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP)."Paket tersebut masih akan diuji coba dulu. Awalnya akan diarahkan untuk muatan lokal. Setelah dirasa sukses, baru akan diarahkan untuk ujian nasional."Paket pembelajaran itu juga masih akan dievaluasi lagi. "Yang gak efektif akan dibuang, semisal penyelesaian soal yang terlalu berbelit-belit, bahasa yang condong kasar atau melecehkan ras, dan sebagainya," paparnya lagi. Produk pembelajaran e-learning ini diharapkan bisa terealisasi menjelang akhir tahun ini. E-learning ini juga akan diprakarsai Taman Pintar agar semua pihak bisa memanfaatkan fasilitas yang tersedia.Untuk e-learning ini, Rachmadi mengatakan akan dimanfaatkan oleh SMP-SMP yang tergabung dalam Jaringan Informasi Sekolah (JIS) dan SMA/SMK yang tergabung dalam Jogja Area Network (JAN). Menurutnya, sampai saat ini sudah ada 35 SMP yang tergabung dalam JIS, dan kurang lebih ada 154 SMA/SMK yang sudah tergabung dalam JAN.Rachmadi juga menambahkan, pemerintah akan memasok sekitar 20 komputer di setiap sekolah, yang akan diarahkan ke penggunaan aplikasi Internet. (dwn)
(dewidya/)