Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Terkait Kebijakan Sensor
Google Mengaku Berkomplot dengan Pemerintah Cina
Terkait Kebijakan Sensor

Google Mengaku Berkomplot dengan Pemerintah Cina


- detikInet

Jakarta - Sebelumnya Google membantah pihaknya mendukung kebijakan sensor konten yang diterapkan Cina, termasuk konten terkait demokrasi dan kebebasan yang dianggap bisa merusak Cina.Raksasa Internet itu kini buka mulut dan mengatakan pihaknya sudah berkomplotan dengan Cina terkait sensor tersebut. Hal itu diungkapkan salah satu co-founder Google, Sergey Brin."Kami memang sudah berkompromi, tapi ini dilakukan demi menyediakan informasi yang lebih relevan untuk Cina dan kami berharap bisa menyediakan layanan yang efektif," ujar Brin kepada AP, seperti dikutip detikINET dari softpedia, Kamis (8/6/2006).Menurut Brin, Google sepakat mematuhi undang-undang lokal, regulasi ataupun kebijakan yang ditetapkan Cina. Untuk bisa beroperasi di Cina, Google diminta untuk memblokir beberapa konten tertentu dari layanan mesin cari lokalnya, Google.cn. "Menghilangkan hasil pencarian memang suatu hal yang tidak konsisten dengan misi Google, tapi hal ini lebih tidak konsisten dengan misi kami," ujar Andrew McLaughlin, Senior Policy Counsel.Sekedar informasi, Google sebelumnya mendapat kritikan pedas dari banyak kalangan Internet karena telah membantu Cina menerapkan peraturan yang membatasi informasi yang masuk ke negara komunis tersebut. Mesin cari Google juga sempat diblokir di sebagian besar kota Cina. Langkah ini dilakukan untuk membatasi akses informasi publik terhdap konten tertentu. Pengguna Internet di sebagian besar kota Cina bahkan sulit terhubung ke Google versi internasional selama beberapa minggu terakhir. Seperti diberitakan AFP, pemblokiran secara berangsur-angsur ditujukan ke Google News dan Google Mail. (dwn) (dewidya/)




Hide Ads