Cita-citaku, Ingin Jadi... Content Creator

Cita-citaku, Ingin Jadi... Content Creator

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 01 Jun 2022 17:00 WIB
Smartfren
Cita-citaku, Ingin Jadi... Content Creator. Foto: Nurcholis Ma'arif
Jakarta -

Saya masih ingat betul, 18-20 tahun yang lalu, cita-cita saya dan teman-teman saya terbatas pada profesi 'umum'. Jadi dokter, guru, atau pilot. Beranjak dewasa, lulus kuliah dan magang, saya justru masuk ke industri yang tidak pernah saya bayangkan. Menjadi seorang jurnalis di media online, yang zaman dulu mungkin belum pernah masuk daftar cita-cita seseorang.

Begitu juga ketika saya bertanya kepada kedua ponakan saya mengenai cita-cita mereka, sudah beda dengan era saya. Adiknya menjawab ingin menjadi model, tapi si kakak menjawab ingin menjadi seorang content creator.

"Ashiap!" katanya, yang membuat saya langsung tersenyum lebar. Oh, ingin seperti Atta Halilintar rupanya.

Tidak seperti saya yang dulu cukup bermain dan berkarya lewat tulisan tangan (selembarannya kemudian saya bagikan untuk orang lain baca), keponakan saya sudah mulai minta gadget. Ia mulai membuat komik, mengunggah video ke YouTube hingga mendapat ratusan subscribers. Saya pun mendukung dengan memberikan akses internet dan gadget yang menampung kreativitasnya.

Generasi muda memang penuh dengan ide. Bahkan mereka bisa menciptakan peluang lebih awal ketimbang generasi sebelumnya. Keponakan saya baru satu dari 75,49 juta jiwa Gen Z dan milenial di Indonesia, itu berarti masih banyak sekali potensi generasi berbakat yang bisa dimiliki Indonesia jika bisa dibimbing serta didukung berbagai pihak. Faktanya, peluangnya pun terbuka lebar. Indonesia masih membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun ini menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Djoko Tata Ibrahim Deputy CEO Smartfren mengatakan hal senada. Kepada saya, ia optimis bahwa industri kreatif akan sangat didorong dan bahkan dikuasai oleh anak-anak muda.

"Konten bukan hanya sebagai sarana berekspresi, bahkan bisa menjadi sandaran mendatangkan finansial yang lumayan bagi mereka. Akan banyak musisi baru yang lahir dari platform-platform seperti YouTube dan Tiktok," ucap Djoko melalui pesan singkat, Selasa (31/5/2022).

Ia menambahkan gamers yang awalnya hanya permainan hiburan, berbuah menjadi ajang unjuk kemampuan hingga ke level mendunia lewat esports. Di sini, Smartfren sebagai salah satu operator besar mencoba hadir secara konsisten lewat jaringan 100% 4G sebagai enabler untuk memajukan industri kreatif di Indonesia.

Sadar dengan potensi anak muda Indonesia, Djoko mengatakan bahwa pihaknya berusaha memenuhi kebutuhan anak muda untuk berkarya. Salah satunya dengan menyediakan pilihan paket internet yang bervariasi dan terjangkau. Paket harian, mingguan, sampai bulanan semuanya tersedia dengan variasi harga.

"Semua paket Unlimited ini bisa digunakan membuka aplikasi apapun selama 24 jam di semua aplikasi, dan ini yang terpenting buat anak muda, karena mereka ingin internet yang bisa mendukung kreativitasnya tanpa dibatasi dari sisi waktu atau pun pilihan aplikasinya," sambungnya.

Lebih lanjut, Djoko percaya kehadiran sebuah layanan harus menjadi solusi bagi penggunanya. Meski anak muda punya kendala dalam masalah finansial atau kelengkapan alat untuk menjadi profesional content creator, Djoko berpendapat segala keterbatasan itu harus didobrak.

Untuk menginspirasi anak muda, Smartfren juga mengaku akan terus menginspirasi anak muda dengan melakukan kolaborasi. Kolaborasi ini dijalin dengan berbagai pihak mulai influencer sampai ke sinetron 'Dari Jendela SMP'.

"Tahun ini Smartfren masih konsisten berkolaborasi dengan UN1TY dan konten-konten kreator besar lainnya seperti Keanu Angelo untuk memperkenalkan layanan internet terbaik dari Smartfren yang sangat friendly untuk para anak muda dalam membantu mereka untuk open unlimited possibilities," tandasnya.



Simak Video "Rahasia 'S3 Marketing' di Media Sosial"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)