Begini Cara Agar Indonesia Tak Jadi Markas Penjahat Siber

Begini Cara Agar Indonesia Tak Jadi Markas Penjahat Siber

ADVERTISEMENT

Laporan dari Singapura

Begini Cara Agar Indonesia Tak Jadi Markas Penjahat Siber

Anggoro Suryo - detikInet
Rabu, 01 Jun 2022 06:52 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate
Menkominfo Johnny G. Plate. Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Keamanan siber adalah salah satu aspek yang harus benar-benar dijaga untuk mengamankan pertumbuhan ekonomi digital.

Hal ini diutarakan Menkominfo Johnny G Plate di ajang Asia Tech x Singapore (ATxSG) 2022. Menurutnya, serangan siber ini adalah tantangan besar karena terjadi secara terus menerus, juga karena berbahaya untuk UMKM.

"Pelaku UMKM atau small medium enterprises ini tentu tidak punya sistem pembiayaan sebesar dan secanggih perusahaan teknologi global. Oleh karena itu, memerlukan perlindungan dari sisi serangan siber," jelas Johnny pada acara yang digelar di Ritz Carlton Millenia, Singapura, Selasa (31/5/2022) ini.

Lalu, menurut Johnny, menjaga keamanan siber ini tak cuma tanggung jawab dari satu negara, melainkan juga tanggung jawab pemimpin dari berbagai negara. Karena serangan siber tak cuma terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.

"Di negara maju pun seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, banyak itu terjadi cyber attack maka seluruh pembuat kebijakan harus memastikan jangan membuka safe-haven bagi cyber-cyber kriminal ini, jangan! Tetapi yang perlu dilakukan adalah mengambil langkah-langkah yang tegas berupa aturan dan mengimplementasikannya," jelasnya.

Untuk itulah diperlukan bermacam regulasi agar Indonesia dan negara-negara lain tidak menjadi safe haven atau ruang yang nyaman bagi para penjahat siber.

"Untuk itu, perlu ada regulasi yang kuat, adopsi teknologi yang canggih termasuk di dalamnya teknologi enkripsi yang memadai, dan tersedianya talenta-talenta yang dibutuhkan baik jumlah maupun kualitasnya," tambah politisi Partai Nasdem ini.

"Perlu ada komunikasi yang intens, perlu ada kolaborasi yang kuat di antara pimpinan sektor-sektor digital. baik di dalam negeri maupun di luar negeri lintas antar negara, sehingga kita tidak membuka ruang untuk serangan serangan siber. Baik itu berbentuk phishing, doxing, ransomware dan malware, itu harus kita cegah bersama-sama," jelasnya.

Hal serupa dipaparkan oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat saat membuka ATxSG 2022, yang menyebut semua pemimpin negara di dunia harus memperhatikan keamanan siber.

Jadi, menurut Johnny, jangan sampai keamanan siber ini mengganggu pemanfaatan ruang digital yang saat ini dikembangkan secara masif. Tak cuma di Indonesia ataupun ASEAN, melainkan di berbagai negara lain di seluruh dunia.



Simak Video "Menkominfo Apresiasi Akselerasi Infrastruktur Era Jokowi-Ma'ruf Amin"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT