Kanada Blokir Teknologi 5G Huawei dan ZTE

Kanada Blokir Teknologi 5G Huawei dan ZTE

Josina - detikInet
Minggu, 22 Mei 2022 13:35 WIB
FILE PHOTO: An employee displays a Huawei 5G Smartphone Mate 20X smartphone at a Sunrise telecommunications shop in Opfikon, Switzerland June 21, 2019. REUTERS/Arnd Wiegmann/File Photo
Foto: Arnd Wiegmann/Reuters
Jakarta -

Kanada adalah satu-satunya anggota jaringan intelijen Five Eyes yang tidak melarang peralatan 5G Huawei di negara mereka. Namun baru-baru ini mereka mengumumkan berencana untuk memblokir teknologi 5G dari Huawei Technologies Co Ltd dan ZTE Corp.

Five Eyes adalah aliansi intelijen yang terdiri dari gabungan negara dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat.

"Kami bermaksud untuk mengecualikan Huawei dan ZTE dari jaringan 5G kami." ungkap Menteri Perindustrian Kanada Francois-Philippe Champagne sebagaimana dilansir detikINET dari Gizmochina, Minggu (22/5/2022).

Penyedia yang sudah memasang peralatan ini akan diminta untuk menghentikan penggunaannya dan menghapusnya berdasarkan rencana yang kami umumkan hari ini." lanjutnya.

Menurut rencana yang baru-baru ini diumumkan, perusahaan akan diminta untuk melepas peralatan 5G mereka pada Juni 2024 dan tidak akan menerima penggantian apa pun untuk peralatan tersebut.

Di sisi lain, perusahaan yang menggunakan peralatan 4G Huawei atau ZTE memiliki waktu hingga akhir 2027 untuk menghapusnya.

Menanggapi ini, pemerintahan China telah menyatakan penentangan terhadap keputusan ini dengan juru bicara kementerian luar negeri negara itu Wang Wenbin.

"Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingan sah perusahaan-perusahaan China."

Seorang juru bicara kedutaan China menuduh Kanada bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menekan perusahaan-perusahaan China.

Alykhan Velshi, Vice President of Corporate Affairs for Huawei mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Canadian Broadcasting Corp bahwa perusahaan masih menunggu untuk mendengar ancaman keamanan nasional macam apa yang menurut mereka ditimbulkan oleh Huawei.

Dia menambahkan bahwa Huawei masih memiliki 1.500 karyawan di Kanada, sebagian besar dalam penelitian dan pengembangan, dan menjual produk seperti ponsel dan akan terus melakukannya.

Dalam sebuah pertanyaan Huawei Kanada mengungkapkan kekecewaannya dengan keputusan pemerintah Kanada. Ini adalah keputusan politik yang disayangkan yang tidak ada hubungannya dengan keamanan siber atau teknologi apa pun yang dipermasalahkan.

"Selama 13 tahun terakhir, Huawei Kanada telah mengabdikan dirinya untuk membantu operator Kanada membangun jaringan nirkabel mereka dan memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat Kanada." tulis pernyataan Huawei Kanada.

"Peralatan Huawei, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak, telah diperiksa secara rutin dan cermat oleh pemerintah dan lembaga keamanannya sesuai dengan standar kualitas yang ketat. Tidak ada insiden keamanan yang disebabkan oleh peralatan Huawei selama periode ini. Kami bangga dengan catatan keamanan kami di Kanada." Sambungnya.

Diketahui, Kanada pertama kali mengumumkan rencananya untuk meninjau peralatan Huawei dengan alasan keamanan nasional pada September 2018.

Belakangan tahun itu, Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou ditangkap di Kanada yang menyebabkan ketegangan diplomatik yang telah berlangsung lama antara kedua negara yang berakhir dengan rilis Meng Wanzhou pada bulan September tahun lalu.

[Gambas:Youtube]



(jsn/afr)