Telkom Blak-blakan Soal Keuntungan Goto Disuntik Telkomsel Rp 6,4 Triliun

Telkom Blak-blakan Soal Keuntungan Goto Disuntik Telkomsel Rp 6,4 Triliun

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 17 Mei 2022 18:14 WIB
Telkomsel kembali menggelontorkan pendanaan ke kantong Gojek dengan jumlah besar. Secara total operator seluler ini menanam investasi sebanyak USD 450 juta atau setara Rp 6,3 triliun ke Gojek.
Telkom Blak-blakan Soal Keuntungan Goto Disuntik Telkomsel Rp 6,4 Triliun. Foto: Telkomsel
Jakarta -

Telkomsel secara bertahap menggelontorkan investasi ke PT Goto Gojek Tokopedia (Goto) sebesar Rp 6,4 triliun. Telkom sebagai induk perusahaan blak-blakan soal keuntungan yang didapatkan dari investasi tersebut.

Sebagai informasi, Telkomsel pertama kali menyuntik Gojek sebesar USD 150 juta atau Rp 2,1 triliun pada November 2020. Kemudian kembali menggelontorkan USD 300 juta atau setara RP 4,3 triliun. Total investasinya menyentuh Rp6,4 triliun dengan kurs USD 1 = Rp14.644.

Senior Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza mengatakan, investasi Telkomsel di Goto telah dan akan menciptakan value synergic positif yang akan dinikmati secara berkelanjutan.

Disampaikannya, potensi unrealized loss yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara mengikuti dinamika pasar dan tidak berdampak fundamental terhadap value synergic kerja sama yang sudah terbangun.

"Dinamika harga saham merupakan sesuatu yang lazim terjadi. Seperti tahun lalu, kami mencatatkan unrealized gain atas investasi Goto sebesar Rp 2,5 triliun," jelas Ahmad Reza kepada detikINET, Selasa (17/5/2022).

Lebih lanjut, Reza menjelaskan, value synergic yang sudah dibangun, antara lain kerja sama platform MyAds Telkomsel dan Gobiz untuk membantu digitalisasi para mitra UMKM memasarkan produk-produknya. Kemudian, mitra UMKM juga bisa menjadi reseller pulsa atau kuota melalui DIGIPOS.

Kedua, Telkomsel dan Gojek juga telah menyediakan Paket Swadaya Telkomsel khusus untuk mitra pengemudi. Ketiga, Telkomsel juga telah membentuk kerja sama value synergic melalui Telkomsel Ekosistem Digital dengan PT Aplikasi Multimedia Anak Bangsa (AMAB) dengan membentuk perusahaan patungan Telkomsel Ekosistem Digital untuk mengembangkan bisnis gaming di pasar Asia Tenggara.

"Value synergic dari kerja sama ini akan positif untuk pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat value added kedua entitas bisnis," ucapnya.

Reza memberi contoh value synergic dari paket data swadaya mitra driver tersebut, di mana dengan potensi 2,5 juta mitra driver Gojek bila dihitung potensi pendapatan dengan pemakaian ARPU (average revenue per user) Rp 50 ribu, maka bisa menghasilkan pendapatan sebesar rp 1,5 triliun dalam setahun.

Ia juga memaparkan, ketika Telkom Group mengambil keputusan untuk berinvestasi di suatu perusahaan, tidak semata-mata hanya mempertimbangkan aspek capital gain/loss, tetapi juga mempertimbangkan aspek yang lebih luas lagi, seperti sinergi dalam upaya membangun ekosistem digital nasional yang lebih besar yang salah satunya melalui investasi Telkom Group di Goto.

Dengan investasi Telkom Group di Goto akan menciptakan kolaborasi dan sinergi yang sangat bagus, misalnya menghadirkan program khusus untuk mitra Gojek serta easy on boarding merchant mitra Gojek menjadi reseller Telkomsel, akses mudah untuk reseller melalui GoShop, dan fitur keamanan seperti number masking.

"Telkom akan terus mempertahankan kinerja keuangannya. Berbagai strategi disiapkan Telkom seperti fokus pada penciptaan mesin pertumbuhan revenue baru termasuk pada segmen non-mobile, seperti pengembangan data center dan cloud business, B2B IT service, inisiatif fixed mobile convergence, dan pengembangan DigiCo digital service secara selektif," pungkas Reza.



Simak Video "Komisi VI Gelar Rapat dengan Telkom-Telkomsel Bahas GoTo"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)