Telkom Kerahkan SVN-Hub, Digitalisasi Desa Biar Makin Canggih

ADVERTISEMENT

Telkom Kerahkan SVN-Hub, Digitalisasi Desa Biar Makin Canggih

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 16 Feb 2022 14:45 WIB
Bukit Batu Stone Garden di Padalarang, Bandung
Foto: (Gandung Adi Wibowo/d'Traveler)
Cipatat -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong digitalisasi layanan pemerintah desa menjadi keniscayaan. Telkom sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang teknologi siap genjot melalui Smart Village Nusantara.

Digitalisasi pemerintahan desa di Indonesia akan memudahkan semua pihak namun pengelolaannya tidak bisa sembarangan, di mana ke depannya harus bisa diintegrasikan dan dilakukan pihak berpengalaman.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo mengatakan, digitalisasi layanan desa ini utamanya memberikan kejelasan data yang memudahkan aparat dalam Decision Support System (DSS) atau pengambilan keputusan bagi aparat pemerintah.

Selain itu, kata dia, sistem digitalisasi desa ini juga diklaim membantu dalam pemrosesan anggaran. Untuk itu, tidak perlu menunggu waktu untuk pengembangan teknologi, dan harus berani melakukan terobosan demi mempercepat layanan dan meningkatkan akuntabilitas.

"Proses digitalisasi di desa bisa menumbuhkan potensi UMKM yang ada di desa. Maka itu, sekarang itu digitalisasi (di pemerintah desa) bukan lagi pilihan tapi sudah menjadi keharusan," tegas Yusharto dalam keterangan tertulisnya.

di sela-sela kunjungan kerja pada akhir pekan lalu ke Desa Wisata Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, yang sudah menerapkan Smart Village Nusantara besutan Telkom.

Digitalisasi desa selain di tempat wisata Stone Garden di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, tapi juga dilakukan di Desa Ciburuy Kecamatan Padalarang, yang memulai implementasi desa digital melalui aplikasi SimpelDesa untuk tata kelola pemerintahan atau pelayanan publik, tata kelola sosial, dan tata kelola ekonomi.

Yusharto berharap 165 desa di Kabupaten Bandung Barat khususnya dan semua pemerintahan desa di Indonesia bisa semua terdigitalisasi. Dia menekankan, pihaknya siap membantu menjadi jembatan menyelesaikan masalah dan mencari solusi melalui command center.

Telkom sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang teknologi menyatakan kesiapannya mendigitalisasi desa di Indonesia.Telkom sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang teknologi menyatakan kesiapannya mendigitalisasi desa di Indonesia. Foto: Telkom

"Hal ini bisa berkaca dari transformasi digital yang dilakukan Desa Gunung Masigit yang tidak lepas dari kerjasama dengan Telkom, desa jadi mudah mengecek data pengunjung tempat wisata, termasuk penerapan sistem ticketing, dengan penerapan transaksi berlaku sistem cashless dan paperless," tuturnya.

"Juga di Desa Ciburuy yang mana komunikasi dan informasi pemerintahan desa dengan warganya dilakukan secara digital, termasuk pelayanan kepada masyarakat seperti kebutuhan surat yang bisa dilaksanakan lebih efektif," sambungnya.

Tribe Leader Smart Village and Community Telkom, Wahyudi mengungkapkan, digitalisasi di berbagai aspek kehidupan di desa saat ini sudah menjadi keniscayaan.

Namun implementasinya bisa dimulai dari aspek yang dirasa paling krusial di masing-masing desanya, dan ke depannya yang menjadi tantangan adalah bagaimana seluruh pengelolaan dan proses digitalisasi desa ini bisa terintegrasi sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal dan lebih berdaya guna lagi.

Karena itu, setelah menghadirkan Smart City Nusantara (SCN) dan Smart Village Nusantara (SVN), berikutnya Telkom menghadirkan SVN-Hub, sebuah platform berbasis big data dengan kemampuan dukungan terhadap IoT, Machine Learning, dan Artificial Intellegence yang memungkinkan integrasi berbagai aplikasi secara terpadu baik milik Telkom maupun aplikasi lainnya.

"Jadi, dengan adanya Platform SVN-Hub ini, aplikasi kami maupun aplikasi eksisting semisal dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, itu bisa disatukan dalam satu dashboard yang kami berikan, jadi akan lebih memudahkan segalanya," katanya.

Dia mencontohkan aplikasi digitalisasi pedesaan milik Telkom, di mana jejak rekam SVN Telkom sampai saat ini sudah terpasang sedikitnya di 350 desa, bisa dipadukan dengan sistem kependudukan digital yang sebelumnya sudah ada sehingga kementerian maupun pemerintah provinsi/kota/kabupaten bisa mendapatkan data yang lebih komprehensif.



Simak Video "Wanti-wanti Mahfud Dampak Politik Identitas di Pemilu 2024"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT